Partai Demokrat di Maine tengah bergegas menyusun proses seleksi untuk menggantikan Graham Platner sebagai calon senator negara bagian tersebut.

Langkah ini diambil setelah Platner resmi mundur pada Jumat malam di tengah tuduhan pelecehan berat.

>>> Argentina ke Semifinal Piala Dunia Usai Kalahkan Swiss Lewat Perpanjangan Waktu

Platner menghadapi tenggat waktu Senin untuk menyerahkan dokumen pengunduran diri secara resmi. Hal itu akan memberi Demokrat kesempatan untuk menunjuk calon pengganti.

Anggota DPR dari Pennsylvania, Madeleine Dean, mengaku lega dengan keputusan Platner mundur. Ia menilai Platner telah mendiskualifikasi dirinya sendiri.

"Saya lega. Saya yakin warga Maine juga lega.

Dia mendiskualifikasi dirinya sendiri," kata Dean kepada Fox News Digital.

Dalam video perpisahan selama 11 menit, Platner menyalahkan elite partai dan membantah tuduhan terhadapnya. Dean menilai hal itu sebagai bukti bahwa Platner tidak mau bertanggung jawab.

"Menangguhkan kampanyenya, dia tidak mengakui kesalahannya," ujar Dean.

Dean menegaskan bahwa afiliasi politik tidak boleh melindungi kandidat yang tidak memiliki standar karakter dasar. "Itu bukan tipe orang yang kami inginkan sebagai senator," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa ekspektasinya terhadap perilaku etis tetap sama lintas partai. "Saya tidak peduli apakah Anda seorang Republikan atau Demokrat," tegas Dean.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan CNN awal Juni, Dean sudah menilai skandal yang membelit Platner sebagai sesuatu yang meresahkan.

Ia menyebut Platner telah mendiskualifikasi diri bahkan sebelum laporan Politico tentang tuduhan seksual non-konsensual pada 2021 muncul.

Dean merujuk pada tato berlambang Nazi dan tuduhan kekerasan fisik dari mantan pacar Platner, Lyndsey Fifield, sebagai alasan utamanya.

"Saya pikir dia telah mendiskualifikasi dirinya setidaknya dalam dua hal. Satu adalah pilihan untuk menato lambang Nazi di tubuhnya.