Ilmuwan Peringatkan Ancaman Belatung Screwworm pada Satwa Liar dan Ternak AS
Para ilmuwan menyuarakan kekhawatiran atas potensi penyebaran belatung screwworm Dunia Baru di Amerika Serikat. Penyebaran ini dikaitkan dengan perdagangan sapi ilegal dari Amerika Tengah.
Para pegiat konservasi yang memantau hutan terpencil telah mendokumentasikan satwa liar yang terinfeksi parasit tersebut. Hal ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan langkah pengendalian yang efektif.
>>> Gedung Putih Ubah Aturan Pemilu Demi Keuntungan, Pendukung Demokrasi Perlu Rencana Tanding
Jeremy Radachowsky, direktur program Mesoamerika dan Karibia di Wildlife Conservation Society, mengatakan infestasi kini ditemukan di bagian terdalam hutan.
"Sekarang belatung ini menjadi endemik pada satwa liar, jauh dari infestasi pada ternak," ujarnya.
Belatung screwworm telah teridentifikasi pada 34 hewan di AS, terutama di Texas dan New Mexico. Namun, belum ada kasus pada satwa liar yang dilaporkan.
Upaya pemberantasan saat ini termasuk melepaskan 100 juta lalat mandul di AS bagian barat daya dan Meksiko. Para ahli memperingatkan jumlah itu tidak cukup untuk memberantas hama tersebut.
Phillip Kaufman, profesor dan kepala departemen entomologi di Texas A&M University, mengatakan yang kurang adalah jumlah lalat yang cukup untuk mendorong populasi kembali ke selatan.
>>> Koleksi Game Fisik PS3 dan Vita yang Wajib Diburu Sebelum Toko Digital Tutup
Ia menekankan perlunya perluasan fasilitas penangkaran, dengan rencana operasi baru di Texas pada akhir 2027.
Strategi inovatif sedang dipertimbangkan, termasuk penangkaran eksklusif lalat jantan mandul dan metode perangkap yang lebih baik.
"Kami tidak bisa berhenti melakukan hal yang sudah terbukti berhasil demi mencoba hal yang belum ada data pendukungnya.
Kami mengandalkan sains untuk memecahkan masalah ini," kata Kaufman.
>>> Pernah Punya HP Nokia Ini? Berarti Kamu Keren pada Masanya
Namun, pengembangan strategi ini membutuhkan waktu untuk diterapkan secara efektif. Para ahli terus memantau situasi dan mendesak tindakan pencegahan yang lebih ketat.
Update Terbaru
Dehidrasi di Malam Hari? Ini Dampaknya pada Ereksi dan Lubrikasi
Minggu / 12-07-2026, 19:57 WIB
Kalah di Piala Dunia, Pemain Kolombia Dapat Ancaman Pembunuhan
Minggu / 12-07-2026, 19:57 WIB
7 Foundation Full Coverage untuk Menutupi Flek Hitam, Hasil Flawless
Minggu / 12-07-2026, 19:57 WIB
Argentina Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 19:36 WIB
Gempa Bumi Minor Guncang Area Deep Springs, California
Minggu / 12-07-2026, 19:36 WIB
Kandidat Senat AS Graham Platner Hentikan Kampanye Usai Tuduhan Pemerkosaan
Minggu / 12-07-2026, 19:36 WIB
FCC Setujui Satelit Pemantul Cahaya Reflect Orbital, Astronom Protes
Minggu / 12-07-2026, 19:35 WIB
Demokrat Maine Buru-buru Cari Pengganti Platner Setelah Mundur
Minggu / 12-07-2026, 19:35 WIB
Argentina ke Semifinal Piala Dunia Usai Kalahkan Swiss Lewat Perpanjangan Waktu
Minggu / 12-07-2026, 19:35 WIB
Kontroversi Gol Bellingham Picu Perdebatan soal Keadilan Pertandingan
Minggu / 12-07-2026, 19:35 WIB
Ilustrator Kiki's Delivery Service Akiko Hayashi Meninggal di Usia 81
Minggu / 12-07-2026, 19:31 WIB
Investasi Pusat Data AI di AS Lampaui Belanja Transportasi, Negara Bagian Mulai Pajaki Listrik
Minggu / 12-07-2026, 19:29 WIB
Tutup INNOPROM 2026, Indonesia Kantongi 13 Kerja Sama Industri dan Peluang Investasi Baru
Minggu / 12-07-2026, 19:29 WIB
Android Auto 17.3 Hadir, Perbaiki Crash Akibat Update Sebelumnya
Minggu / 12-07-2026, 19:28 WIB







