Sutradara ternama Christopher Nolan angkat bicara mengenai kecenderungan industri film terhadap kecerdasan buatan (AI).

Dalam wawancara dengan The Telegraph, Nolan mengaku belum pernah melihat penolakan secepat ini terhadap lompatan teknologi yang dianggap fundamental.

>>> Kapal Perang Inggris Melintas di Perairan Argentina, Picu Ketegangan Diplomatik

"Begitu banyak energi dikeluarkan untuk menghadirkan AI, tetapi jika Anda melihat reaksi generasi itu, mereka benar-benar menolaknya," ujar Nolan.

Pernyataan itu muncul setelah Nolan memuji dua sutradara muda, Kane Parsons dan Curry Barker, yang memulai karier di YouTube.

Keduanya, menurut Nolan, menunjukkan sikap ambivalen terhadap AI yang mencerminkan penolakan Gen Z secara luas.

Nolan juga merujuk pada anak-anaknya yang berusia akhir remaja hingga awal 20-an sebagai bukti lebih lanjut.

"Penilaian mereka terhadap 'AI slop' (sampah AI) langsung dan keras. Mereka melihatnya apa adanya dengan sangat cepat," kata Nolan.

>>> Jannik Sinner Hentikan Langkah Novak Djokovic di Semifinal Wimbledon

Ia menambahkan bahwa generasi muda lebih mudah mengidentifikasi konten AI karena tumbuh di dunia daring yang mereka kenal.

Meski demikian, Nolan tidak menganggap semua aspek AI tidak berguna. Namun dalam pembuatan film, menurutnya, AI datang pada waktu yang salah.

"Setelah bertahun-tahun mendorong lingkungan virtual berat, kita melihat minat baru pada bentuk cerita yang lebih taktil dan nyata," ujarnya.

Pandangan Nolan ini kontras dengan beberapa tokoh industri lain. Martin Scorsese misalnya, bekerja sama dengan startup AI untuk papan cerita filmnya.

Studio A24 juga menjalin kemitraan senilai 75 juta dolar AS dengan Google untuk mengembangkan alat AI bagi pembuatan film.

>>> Empat Negara Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026

Namun Nolan tidak sendirian. Rekan sesama sutradara, Guillermo del Toro, pernah menyatakan lebih baik mati daripada menggunakan AI.