Christopher Nolan menilai keraguan Matt Damon terhadap film epik The Odyssey sebagai sikap defeatist.

Sutradara ternama itu justru optimistis penonton muda akan tetap menikmati film berdurasi tiga jam tersebut.

>>> Trump Hapus Perlindungan Habitat Kritis Spesies Terancam Punah

Nolan merujuk pada kesuksesan film Backrooms dan Obsession sebagai bukti.

Kedua film itu, menurutnya, menunjukkan bahwa generasi muda masih tertarik pada tontonan yang tidak biasa dan penuh misteri.

Dalam wawancara dengan The Telegraph, Nolan mengaku memahami kekhawatiran Damon. Sang aktor sebelumnya mengatakan bahwa The Odyssey mungkin menjadi kesempatan terakhirnya untuk terlibat dalam proyek semacam ini.

Namun, Nolan menegaskan bahwa cara pandang seperti itu bersifat defeatist. "Saya pikir sinema itu vital dan esensial serta terus bertransformasi," ujarnya.

Nolan menyebut sineas muda seperti Curry Barker dan Kane Parsons sebagai contoh perubahan lanskap industri.

Backrooms meraup 360 juta dolar AS di seluruh dunia dengan anggaran 10 juta dolar AS, sementara Obsession menghasilkan 406 juta dolar AS dengan anggaran di bawah 1 juta dolar AS.

>>> Kandidat Senat AS Graham Platner Hentikan Kampanye Usai Tuduhan Pelecehan

"Saya tidak pernah percaya argumen bahwa rentang perhatian penonton muda terlalu pendek untuk menikmati epik Yunani selama tiga jam," kata Nolan.

"Film-film itu begitu misterius dan reflektif. Bagian dari Backrooms bahkan seperti David Lynch dalam bentuknya yang paling abstrak.

Namun, anak muda tidak pernah bosan."

The Odyssey diadaptasi dari epos Homer dan dibintangi Matt Damon sebagai Odysseus, raja Yunani dari Ithaca yang berusaha pulang setelah Perang Troya.

Film ini memiliki durasi 2 jam 52 menit.

>>> Rekomendasi HP Infinix 2 Jutaan yang Enak untuk Gaming

The Odyssey dijadwalkan tayang pada 17 Juli mendatang.