ESDM Alokasikan 212 Juta Ton Batu Bara untuk PLN pada 2026
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penugasan kepada badan usaha pertambangan dengan total volume 212 juta metrik ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan PT PLN (Persero) pada 2026.
Kebutuhan PLN sendiri mencapai 154 juta metrik ton. Penugasan ini merupakan bagian dari kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO).
>>> 100 Anak Yatim Belajar Budidaya Lebah bersama YBM PLN EPI
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa Ditjen Minerba secara berkala memantau kepatuhan pelaksanaan DMO, baik untuk sektor kelistrikan maupun nonkelistrikan.
"Untuk memenuhi kebutuhan PLN sebesar 154 juta metrik ton, kami telah memberikan penugasan kepada badan usaha pertambangan dengan total volume 212 juta metrik ton," kata Tri dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).
Hingga Mei 2026, volume penugasan yang telah dikontrakkan mencapai 144 juta metrik ton. Dari jumlah tersebut, realisasi pengiriman diperkirakan mencapai 130,5 juta metrik ton.
Percepatan Kontrak Didorong
Tri menekankan perlunya percepatan penyelesaian kontrak agar penugasan yang telah diberikan dapat segera direalisasikan menjadi pengiriman batu bara ke PLTU.
>>> Mantan Profesor ECU Dihukum Penjara karena Miliki Konten Pornografi Anak
"Kontrak menjadi dasar pelaksanaan pengiriman batubara ke PLTU. Karena itu, kami terus mendorong PLN EPI untuk mempercepat proses kontrak," ujarnya.
Ditjen Minerba terus berkoordinasi dengan PLN EPI dan badan usaha pertambangan untuk memastikan pasokan batu bara ke PLTU terpenuhi sesuai jadwal, volume, dan spesifikasi pembangkit.
"Pemerintah terus memastikan agar kebutuhan batubara PLN pada semester II 2026 dapat dipenuhi sesuai jadwal dan spesifikasi pembangkit.
>>> Prabowo Targetkan Rp223 Triliun Berputar di Desa Lewat Koperasi Merah Putih
Untuk itu, koordinasi dan percepatan penyelesaian kontrak perlu terus dilakukan," kata Tri.
Update Terbaru
Christopher Nolan Kecam Keras Konten AI 'Sampah' yang Dihasilkan Teknologi
Minggu / 12-07-2026, 18:36 WIB
Kapal Perang Inggris Melintas di Perairan Argentina, Picu Ketegangan Diplomatik
Minggu / 12-07-2026, 18:35 WIB
Jannik Sinner Hentikan Langkah Novak Djokovic di Semifinal Wimbledon
Minggu / 12-07-2026, 18:35 WIB
Empat Negara Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 18:35 WIB
Senator Lindsey Graham Meninggal Dunia, Kongres Berduka
Minggu / 12-07-2026, 18:35 WIB
Khosla Ventures Group Beli Seattle Seahawks dengan Rekor $9,6 Miliar
Minggu / 12-07-2026, 18:32 WIB
Ilmuwan Peringatkan Ancaman Belatung Screwworm pada Satwa Liar dan Ternak AS
Minggu / 12-07-2026, 18:31 WIB
Gedung Putih Ubah Aturan Pemilu Demi Keuntungan, Pendukung Demokrasi Perlu Rencana Tanding
Minggu / 12-07-2026, 18:31 WIB
Koleksi Game Fisik PS3 dan Vita yang Wajib Diburu Sebelum Toko Digital Tutup
Minggu / 12-07-2026, 18:29 WIB
Pernah Punya HP Nokia Ini? Berarti Kamu Keren pada Masanya
Minggu / 12-07-2026, 18:29 WIB
Investor Institusi Beralih ke Sektor AI Non-Perangkat Keras yang Undervalued
Minggu / 12-07-2026, 18:29 WIB
Optimalkan Chrome dengan Pintasan Keyboard Ini, Hemat Waktu Berjam-jam
Minggu / 12-07-2026, 18:28 WIB
Cowboys Curi Kemenangan dari Manly Lewat Drop Goal Drinkwater
Minggu / 12-07-2026, 18:28 WIB
Todd Payten di Bawah Tekanan, Bangkitkan North Queensland Cowboys Tepat Waktu
Minggu / 12-07-2026, 18:28 WIB







