Pemimpin Partai Liberal Demokrat Ed Davey mendesak perlindungan yang lebih kuat bagi demokrasi Inggris setelah terungkap bahwa yayasan keluarga Elon Musk mendanai perjalanan aktivis sayap kanan Tommy Robinson ke Rusia.

Perjalanan itu dilaporkan oleh The Guardian.

>>> Profil Agus Hutomo Ayah Bella Bonita Istri Denny Caknan yang Meninggal Dunia: Umur, Agama dan IG

Robinson, yang nama aslinya Stephen Yaxley-Lennon, bepergian ke Moskow bersama Errol Musk, ayah dari miliarder teknologi Elon Musk.

Errol Musk mengkonfirmasi bahwa organisasi filantropi pribadinya membiayai seluruh perjalanan, yang mencakup pertemuan dengan berbagai pengusaha Rusia.

Kecaman dari Ed Davey

Davey mengecam keras kunjungan tersebut dan menyebut Robinson sebagai "orang bodoh yang berguna bagi negara musuh".

"Apa yang disebut patriot Inggris yang terbang ke Moskow untuk bergaul dengan antek-antek Putin, dibiayai oleh triliuner AS?"

ujar Davey.

Ia menekankan perlunya segera melawan tekanan eksternal terhadap institusi politik domestik.

"Kita harus melindungi demokrasi kita dari preman sayap kanan, teknisi nakal, dan campur tangan asing," tambah Davey.

>>> Rayakan Moana Live Action, Disney Gandeng Lyodra dan Amora Lemos

Errol Musk membela pengaturan perjalanan tersebut dan memuji karakter Robinson selama di Rusia. "Saya membawanya ke Rusia," katanya.

Ia menggambarkan Robinson sebagai pribadi yang cepat marah namun sedang belajar. Diskusi di Moskow dilaporkan menyentuh isu demografi dalam negeri Rusia.

Perjalanan ini terjadi di tengah kekhawatiran bahwa Kremlin secara aktif menjalin hubungan dengan berbagai tokoh sayap kanan Eropa.

Insiden ini meningkatkan pengawasan terhadap hubungan operasional pemerintah Inggris dengan platform media sosial X.

Anggota Parlemen Liberal Demokrat Luke Taylor mengatakan, "Elon Musk memusuhi nilai-nilai Inggris dan kita harus menghentikan ketergantungan pada algoritma bencinya."

Analis keamanan juga menyatakan kekhawatiran tentang bagaimana aktor asing mempengaruhi politik domestik melalui platform digital.

Matthew Ford, profesor asosiasi di Universitas Pertahanan Swedia, menulis, "Pemilik X dan teman presiden sekutu nomor 1 kita membayar seorang nasionalis Inggris ekstrem untuk pergi ke Rusia guna berkolusi melawan demokrasi Inggris."

>>> Mengenal Regulasi Investasi dan Pasar Modal di Indonesia: Landasan Hukum, Otoritas, dan Perkembangan Terkini

Polisi Inggris sempat menahan Robinson dan menyita perangkat selulernya saat kembali dari Moskow. Sebelumnya, ia telah memposting komentar mengenai insiden domestik di Inggris.