Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali mengklaim telah menghancurkan fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania.

Kali ini, sasaran serangan adalah Pangkalan Udara Pangeran Hassan yang dihantam beberapa rudal balistik.

>>> Daftar Lengkap 4 Tim Negara Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026

Dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah IRIB, seperti dilansir Al Jazeera pada Minggu (12/7), IRGC menyebut pasukan udaranya berhasil menghancurkan pusat komando dan kendali di pangkalan tersebut, serta hanggar yang menampung drone MQ-9.

Selain menyerang fasilitas AS di Yordania, IRGC juga menuding Washington "memaksakan kehendaknya" pada pemerintah Oman.

Mereka mengeklaim AS kembali mencoba mengarahkan kapal melalui Selat Hormuz melalui jalur ilegal di selatan jalur air tersebut, yang kemudian dihentikan oleh respons tegas angkatan laut Iran.

IRGC menyebut serangan terhadap Pangkalan Udara Pangeran Hassan sebagai fase pertama dari respons mereka, dan memperingatkan bahwa agresi berkelanjutan dari Amerika akan mendapat respons yang lebih keras.

Serangan ini terjadi setelah IRGC sebelumnya mengeklaim menghancurkan dua fasilitas AS di Pangkalan Udara Al Azraq, Yordania, pada Kamis (9/7).

>>> Dua Mahasiswi UAD Diduga Dilecehkan Rekan KKN

Serangan pada Kamis itu juga disertai ancaman bahwa jika AS tidak berhenti menyerang Iran, seluruh pangkalan AS di Timur Tengah akan digempur.

Namun pada Minggu (12/7), AS kembali menyerang Iran dengan alasan Iran telah menembaki kapal yang melintasi Selat Hormuz dan menutup jalur perairan penting tersebut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam pernyataan menyebut serangan terbaru mereka diluncurkan Minggu pukul 23.15 GMT atau sekitar pukul 02.45 dini hari waktu Teheran.

Serangan yang disebut atas arahan Presiden Donald Trump itu diluncurkan setelah IRGC secara terang-terangan menyerang sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz.

CENTCOM mengatakan AS memberikan kerugian besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi selat.

>>> Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth hanya mengatakan bahwa Iran membuat pilihan yang buruk dan kini mereka membayar akibatnya.