PT MRT Jakarta (Perseroda) telah menyelesaikan pembangunan terowongan jalur arah utara sepanjang sekitar 5,8 kilometer.

Terowongan ini menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun Kota, menyambungkan fase 1 dan fase 2A lintas utara-selatan.

>>> Haaland Tak Kaget Bellingham Cetak Dua Gol Saat Inggris Kalahkan Norwegia

Penyelesaian ditandai dengan momen breakthrough, saat mesin bor terowongan 1 berhasil mencapai titik akhir penggalian dan menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina, mengatakan bahwa keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan Fase 2A MRT Jakarta yang berhasil dicapai sesuai target.

Dalam proses pembangunan, MRT Jakarta dan tim kontraktor menggunakan tiga mesin bor terowongan untuk membangun terowongan arah utara pada fase 2A.

Setiap mesin bekerja sesuai paket kontraknya, yaitu CP201 dari Bundaran HI Bank Jakarta menuju Harmoni, CP202 dari Harmoni menuju Mangga Besar, dan CP203 dari Mangga Besar menuju Kota.

Pada titik breakthrough di sisi selatan Stasiun Mangga Besar, terowongan arah utara berada di kedalaman hingga 28 meter di bawah permukaan tanah.

Weni menyebut capaian ini menjadikannya sebagai terowongan kereta bawah tanah terdalam di Indonesia, bersama dengan terowongan di Stasiun Sawah Besar.

>>> Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat di Usia 74 Tahun

Mesin bor terowongan 1 di CP202 bekerja membangun terowongan antara Stasiun Harmoni dan Sawah Besar sepanjang sekitar 395 meter, serta terowongan penghubung Stasiun Sawah Besar dan Stasiun Mangga Besar sepanjang 800 meter.

Untuk menghubungkan kedua stasiun, mesin bor melakukan crossing di bawah kanal antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.