Bruce D.

Brown, Presiden Reporters Committee for Freedom of the Press, mengatakan panggilan ini menyimpang dari praktik lama DOJ yang melindungi kepentingan publik dan independensi pers.

Tim hukum New York Times mengecam pengiriman langsung aparat penegak hukum federal ke rumah para jurnalis investigasi.

>>> Studi Ungkap Negara Bagian AS Terbaik dan Terburuk untuk Ditinggali 2026

David McCraw, Wakil Penasihat Umum New York Times, menyatakan bahwa tindakan tersebut seharusnya mengejutkan hati nurani setiap warga Amerika yang percaya pada Konstitusi dan kebebasan pers.

McCraw mengkategorikan tindakan administrasi sebagai upaya langsung untuk menyembunyikan informasi pemerintah dari publik dengan mengintimidasi jurnalis.

Jurnalis di dalam organisasi menunjukkan bahwa administrasi semakin sering menggunakan otoritas federal untuk menekan pihak eksternal.

Jonathan Swan, reporter New York Times, mengatakan bahwa jika ada paparan perusahaan terhadap pemerintah, pemerintah akan menggunakan tuas tersebut untuk menekan dan memaksa.

Kahn menyatakan keyakinan bahwa pengadilan federal akan memenangkan pihaknya, dengan alasan bahwa preseden hukum melindungi jurnalis dari penyalahgunaan kekuasaan jaksa yang bersifat balasan.

Ia menyerukan pengadilan untuk menegaskan kembali perlindungan tersebut dan membatalkan tuntutan dewan juri yang berlebihan.

Memo tersebut diakhiri dengan jaminan dukungan penuh institusi bagi kelima reporter yang terkena dampak.

Kahn menegaskan bahwa organisasi akan mengerahkan seluruh sumber daya hukum dan keuangan untuk melawan kasus ini.

Gedung Putih kemudian menginstruksikan Direktur FBI Kash Patel untuk menangani investigasi kebocoran terkait liputan Air Force One, yang mendorong pertemuan antara pejabat biro dan staf Gedung Putih pada Jumat.

Juru bicara FBI Ben Williamson membantah laporan spekulatif mengenai sifat pertemuan tersebut.

Para reporter Devlin Barrett, Glenn Thrush, dan Maggie Haberman mengungkapkan bahwa pejabat federal senior berusaha memblokir publikasi detail Air Force One sebelum dirilis.

Seorang pejabat senior FBI menghubungi seorang reporter dan editor senior untuk meminta artikel ditahan, dengan alasan masalah keamanan nasional.

>>> Washington Mystics Kalahkan Seattle Storm Lewat Comeback Kuarter Keempat

Pejabat tersebut juga meminta New York Times mengungkapkan sumbernya, namun surat kabar itu menolak.