Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk 15 produk inovasi hasil penelitian dosen.

Sertifikat izin edar diserahkan dalam kegiatan Akselerasi Kolaborasi Academia, Business, Government (ABG) di Makassar, Minggu (12/7).

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 13 – 19 Juli 2026

Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa menyebut keberhasilan ini sebagai langkah penting dalam mempercepat hilirisasi riset. Menurutnya, produk-produk tersebut kini dapat diproduksi, dipasarkan, dan dimanfaatkan masyarakat.

Jamaluddin mengakui bahwa izin edar selama ini menjadi salah satu hambatan utama bagi hasil riset untuk masuk ke pasar secara luas.

Tahun ini, Unhas menargetkan sekitar 200 produk inovasi lainnya memperoleh izin edar BPOM.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari publikasi ilmiah atau paten. Riset harus memberi manfaat nyata melalui produk yang aman, legal, dan bernilai ekonomi.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 14 – 19 Juli 2026

Kolaborasi untuk Hilirisasi Riset

Kepala Balai Besar POM Makassar Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha.

Sinergi ini diperlukan agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, melainkan menjadi peluang usaha dan lapangan kerja.

Kepala BPOM RI Prof dr Taruna Ikrar mengatakan BPOM tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga mitra strategis dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional.

Dengan dukungan itu, produk riset diharapkan mampu menembus pasar nasional hingga global.

>>> Pemimpin Eropa Kecam Mariano Rajoy atas Komentar Rasis soal Timnas Prancis

Adapun 15 produk yang memperoleh izin edar meliputi roti, virgin coconut oil (VCO), minyak kelapa, gula aren cair, gula aren kubus, gula aren serbuk, sarabba, aneka olahan rumput laut, dan minuman ginger creamy.