Iran dan Oman sepakat untuk melanjutkan konsultasi mengenai situasi di Selat Hormuz.

Kesepakatan ini muncul setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi ke Muscat, Oman, pada Sabtu (11/7).

>>> Rekor-rekor Mentereng Argentina usai Hajar Swiss dan Lolos Semifinal

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa pengelolaan pelayaran di Selat Hormuz di masa mendatang harus ditentukan melalui konsultasi antara Iran dan Oman.

Pernyataan itu disampaikan pada Minggu (12/7).

"Oman dan Iran sepakat untuk melanjutkan dialog di tingkat politik, hukum, dan teknis untuk mencapai pemahaman bersama mengenai jaminan keselamatan navigasi di Selat Hormuz," kata Baghaei dikutip dari Anadolu.

Delegasi Qatar juga turut berpartisipasi dalam konsultasi yang berlangsung di Oman. Qatar disebut sebagai salah satu negara mediator dalam dialog antara Iran dan Amerika Serikat.

>>> RI Sampaikan Duka Cita Wafatnya Eks Emir Qatar Sheikh Hamad Al Thani

Iran Tegaskan Kendali Militer

Sementara itu, Ebrahim Rezaei, juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, menegaskan bahwa Teheran kini mengendalikan Selat Hormuz.

"Kami telah menguasai Selat Hormuz dengan kekuatan militer, dan kami akan mempertahankannya dengan kekuatan militer juga," kata Rezaei melalui akun X.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu pagi mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut.

>>> Transaksi Jakarta Fair 2026 Tembus Rp8,2 Triliun, Resmi Ditutup Wagub DKI

Langkah ini diambil di tengah pertukaran serangan antara Iran dan AS. "Tidak ada kapal yang boleh melewati Selat Hormuz," tulis IRGC dalam keterangan resmi.