Surat kabar konservatif Iran, Hamshahri, menerbitkan daftar tokoh dunia yang disebut menjadi sasaran balas dendam atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Daftar tersebut dimuat dalam infografik daring pada Sabtu (11/7) malam waktu setempat, seperti dilansir AFP.

>>> Scaloni Akui Argentina Beruntung karena Swiss Dapat Kartu Merah

Infografik itu menampilkan foto 13 pemimpin asing beserta pernyataan Mojtaba Khamenei, putra sekaligus penerus Ali Khamenei.

Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari, hari pertama pecahnya perang Timur Tengah.

Sejak saat itu, Mojtaba Khamenei berulang kali menyerukan pembalasan. Dalam pesan terbarunya, ia menegaskan balas dendam akan dilaksanakan.

"Pembalasan dendam adalah kehendak bangsa kita dan mau tidak mau harus dilaksanakan," kata Mojtaba pada Sabtu, dikutip AFP.

Ia juga menyebut para 'penjahat' yang namanya tercantum tidak akan mendapat kematian tenang di tempat tidur.

Meski demikian, infografik tersebut tidak menyebut adanya pengesahan resmi dari pemerintah atau kantor pemimpin tertinggi Iran.

>>> Link Live Streaming MotoGP Jerman 2026: Duel Marc vs Alex Marquez

Khamenei sebelumnya mengatakan Iran telah menyusun daftar individu target, namun tidak mengungkapkan nama-namanya.

Dalam daftar yang dipublikasikan Hamshahri, terdapat nama Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Juga tercantum Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Infografik nama-nama pejabat ini tidak muncul di edisi cetak surat kabar tersebut yang terbit pada Minggu (12/7).

Selama perang, Iran menuduh negara-negara Eropa gagal mengecam serangan di wilayahnya dan dianggap bersekongkol karena membiarkan pesawat militer AS melintasi wilayah udara mereka.

>>> Hasil Moto2 Jerman 2026: Mario Aji Crash, Ivan Ortola Juara

Mojtaba Khamenei sendiri belum terlihat di hadapan publik sejak sebelum perang, dan dilaporkan turut terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya.