Kuwait dan Oman secara terpisah mengutuk keras serangan Iran terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz dan sejumlah negara Teluk pada Minggu (12/7).

Meski serangan itu menyasar fasilitas militer Amerika Serikat, kedua negara tetangga Iran itu tetap mengecam tindakan tersebut.

>>> Prabowo: Pemimpin Hasut Bakar-Bakar Itu Pengkhianat, Akan Kena Karma

Kementerian Luar Negeri Kuwait menyebut serangan Iran sebagai "tindakan keji" karena membahayakan warga sipil. Mereka menegaskan bahwa eskalasi ini sangat berbahaya dan memperburuk ketegangan di kawasan.

"Berlanjutnya serangan ini merupakan eskalasi yang sangat berbahaya yang akan memperburuk ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan tersebut, mengancam perdamaian dan keamanan regional, dan melemahkan upaya diplomatik," demikian pernyataan Kemlu Kuwait seperti dikutip Al Jazeera.

Kuwait juga menyatakan berhak mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi keamanan dan kedaulatannya sesuai hukum internasional dan Piagam PBB.

Sementara itu, Oman mengutuk serangan setelah sebuah lokasi di provinsi Musandam menjadi sasaran drone.

Musandam adalah wilayah pegunungan Oman yang menjorok ke Selat Hormuz dan berbatasan dengan Uni Emirat Arab.

>>> UMY Nonaktifkan Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual

Pemerintah Oman mengatakan sedang mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan negara dan penduduknya, seperti dilaporkan kantor berita ONA.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melakukan serangan mendadak terhadap pusat logistik dan platform pengisian bahan bakar kapal induk AS di pelabuhan Duqm, Oman.

Iran juga menyerang sejumlah lokasi di Qatar, Bahrain, dan Kuwait pada hari yang sama. Teheran mengkritik negara-negara Teluk karena dianggap memberikan bantuan kepada Amerika Serikat.

Iran menegaskan tidak menyerang warga sipil atau wilayah sipil, melainkan hanya sumber serangan yang datang ke wilayah Iran.

>>> Senator AS Lindsey Graham, Sekutu Trump, Meninggal di Usia 71 Tahun

Mereka juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang tidak berkoordinasi dengan Iran saat melintasi Selat Hormuz dianggap melanggar nota kesepahaman.