Presiden Prabowo Subianto mengecam keras pemimpin yang menghasut masyarakat untuk melakukan aksi bakar-bakar. Ia menyebut mereka sebagai pengkhianat bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7).

>>> UMY Nonaktifkan Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual

"Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, saudara-saudara sekalian. Saya percaya, hukum karma akan kena kepada mereka semua itu," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, setiap kontestasi politik pasti ada yang menang dan kalah. Ia menekankan bahwa kekalahan bukan alasan untuk melakukan tindakan anarkis.

"Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Enggak ada masalah.

Siapa yang menang, monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu?"

katanya.

Prabowo mengaku telah empat kali kalah dalam kontestasi politik. Namun, ia tidak pernah memerintahkan pendukungnya untuk melakukan aksi bakar-bakar.

>>> Senator AS Lindsey Graham, Sekutu Trump, Meninggal di Usia 71 Tahun

"Saya maju lima kali pemilihan. Empat kali kalah.

Enggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja enggak.

Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa persaingan politik adalah hal yang wajar. Semua pihak harus menghormati hasil kontestasi.

"Bersaing itu baik. Pertandingan itu baik, iya kan?

Sepak bola ada pertandingan, kan ada dua. Satu harus menang.

>>> Warga Albania Kembali Tolak Pembangunan Resor Terafiliasi Trump

Kalau satu kalah, masa wasitnya mau digebukin? Persaingan itu biasa," kata Prabowo.