Sejak ditemukan oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), objek yang disebut 'titik merah' menjadi perbincangan hangat di kalangan astrofisikawan.

Titik-titik merah ini tampak sebagai bintik jauh dalam gambar luar angkasa JWST. Meskipun kecil, mereka menyimpan misteri besar.

>>> 5 Makanan Kaya Magnesium Selain Pisang, dari Biji Labu hingga Bayam

Banyak astronom menduga objek-objek ini adalah lubang hitam masif yang aktif. Namun, keberadaan mereka di awal sejarah alam semesta menjadi teka-teki kosmik.

Bagaimana benda seberat itu bisa terbentuk begitu cepat setelah Big Bang? Kilau inframerah ini menantang garis waktu konvensional.

Galaksi Bayi di Bawah Kaca Pembesar Gravitasi

Baru-baru ini, tim peneliti dari Universitas Groningen, Belanda, berhasil mengidentifikasi sebuah galaksi kecil yang berjarak hampir 13 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Mereka memanfaatkan efek lensa gravitasi yang bertindak seperti teleskop alami. Galaksi ini tampak seperti dalam 10 juta tahun pertama kehidupannya.

Galaksi tersebut menghasilkan bintang-bintang baru dengan kecepatan yang memecahkan rekor. Salah satu 'titik merah' menonjol berkat visi inframerah JWST yang tak tertandingi.

Yang menarik, spektrum galaksi ini hanya menunjukkan garis hidrogen, tanpa tanda-tanda logam. Ini sangat langka untuk galaksi yang membentuk bintang dengan kecepatan tinggi.

Lubang Hitam Lahir Sebelum Galaksi Induknya

Saat astronom mengamati 'titik merah' ini lebih dekat, mereka menemukan sesuatu yang mengejutkan. Ada lubang hitam supermasif yang tampaknya terbentuk sebelum galaksi induknya.

>>> 9 Cushion Terbaik untuk Menutupi Flek Hitam, Sudah BPOM

Menurut temuan yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal, galaksi mini ini menampung lubang hitam aktif yang sudah masif.

Lubang hitam itu mungkin lahir lebih awal dari galaksi itu sendiri.

Ledakan pembentukan bintang di galaksi bisa memompa gas segar ke arah lubang hitam, membuatnya semakin besar di bawah tarikan gravitasi.

Para astronom menyebut penemuan ini sebagai 'langkah fundamental' dalam memahami bagaimana 'titik merah' terbentuk.

Langkah Selanjutnya bagi Detektif Kosmik

Pengamatan ini mungkin akan mengguncang teori saat ini tentang waktu dan mekanisme pembentukan galaksi dan lubang hitam.

Pengamatan lebih lanjut telah dijadwalkan menggunakan JWST dan Observatorium ALMA di Chili.

>>> Christopher Nolan Kecam Keras Konten AI 'Sampah' yang Dihasilkan Teknologi

Rahasia apa lagi yang akan diungkap oleh mata-mata kosmik ini? Alam semesta masih menyimpan banyak kejutan.