Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti penanganan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Menurut Mahfud, kasus ini sudah memasuki tahap yang membutuhkan keterlibatan langsung Presiden Prabowo Subianto.

>>> Cara Mendapatkan Saldo DANA Tambahan Lewat 7 Game Penghasil Uang Terpercaya Tahun 2026

Ia menilai dua menteri koordinator yang membidangi urusan tersebut sudah tidak mampu menangani kasus ini.

"Menurut saya menko dua-duanya sudah gak mampu dengan ini seharusnya turun dong yang ini sudah presiden aja sekarang harus mengawal ini presiden," kata Mahfud dalam podcast Terus Terang di YouTube Mahfud MD Official, Minggu (12/7/2026).

Mahfud merujuk pada Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.

Sejak awal kasus bergulir, menurut Mahfud, seharusnya sudah ada koordinasi dari kedua menko tersebut. Namun kondisi saat ini dinilai sudah berbeda.

Mahfud menilai presiden perlu turun langsung agar proses hukum berjalan tegas dan menjaga kepercayaan publik terhadap pemberantasan korupsi.

Langkah tersebut, kata Mahfud, sejalan dengan komitmen Prabowo selama ini mengenai penegakan hukum dan pemberantasan mafia.

>>> Cara Mengatasi Risiko Deepfake dengan Menghapus Fitur Muse Image di Instagram 2026

Ia mengingatkan bahwa presiden sebelumnya pernah menyampaikan memiliki informasi mengenai aliran dana ilegal dan praktik perlindungan terhadap mafia.

Mahfud juga menyinggung pidato Prabowo yang menyinggung aparat berseragam yang diduga membekingi mafia hingga komitmen memperbaiki tata kelola sumber daya alam.

Ia berharap komitmen tersebut diwujudkan dalam pengawalan kasus yang kini menjadi perhatian publik.

Sebelumnya, Kortastipidkor Polri telah melimpahkan kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah ke Kejaksaan Agung.

Penyidik menetapkan dua orang tersangka, yakni DR dan FA. Polisi telah memeriksa sedikitnya 15 saksi, dua orang ahli, dan menyita sejumlah barang bukti.

>>> Inggris Semifinalis Paling Irit Pemain Kontribusi Gol Piala Dunia 2026

Kasus ini menyangkut dugaan korupsi dalam penanganan perkara besar, termasuk Asabri, Krakatau Steel, dan Pengadaan Batubara ke PLN.