Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan pada Senin bahwa rudal jelajah Iran menghantam dua kapal tanker minyak milik UEA ketika sedang melintasi jalur selatan Selat Hormuz di wilayah perairan Oman.

IRGC kemudian menyatakan bahwa dua kapal supertanker yang disebutnya sebagai "pelanggar" telah diserang dan dilumpuhkan di Selat Hormuz setelah mengabaikan peringatan berulang kali serta mematikan sistem navigasi mereka, menurut media Iran.

Dalam pernyataannya, IRGC tidak menyebutkan nama kapal-kapal tersebut maupun memastikan apakah kapal itu sama dengan yang dilaporkan oleh pihak UEA.

>>> De La Fuente Puji Mbappe: Salah Satu Tokoh Besar Sepak Bola

Namun, IRGC menuduh Amerika Serikat "mendorong kapal-kapal menggunakan jalur yang ilegal" dan memperingatkan bahwa kerja sama dengan "musuh agresor" akan mengakibatkan kerusakan, memperlambat pembukaan kembali jalur pelayaran, serta memicu krisis energi global.