Zat besi adalah mineral vital yang berperan dalam mengangkut oksigen ke seluruh sel tubuh. Namun, banyak orang mengalami kekurangan zat besi, terutama wanita usia subur dan vegetarian.

Kekurangan zat besi atau sideropenia merupakan defisiensi paling umum di dunia. Gejalanya meliputi kelelahan, pucat, sesak napas, dan pusing.

>>> Manfaat Kopi untuk Kesehatan: Benarkah Baik Dikonsumsi Setiap Hari?

Jika dibiarkan, dapat menyebabkan anemia defisiensi besi.

Untuk meningkatkan asupan zat besi, konsumsi makanan seperti hati dan jeroan, kerang (tiram dan remis), daging sapi dan domba, buah kering (goji berry, kelapa, aprikot kering), serta kacang-kacangan (almond, kacang Brazil).

Sumber nabati mengandung zat besi non-heme yang penyerapannya kurang efisien dibandingkan heme dari hewani. Untuk meningkatkan penyerapan, padukan dengan makanan kaya vitamin C seperti jeruk atau paprika.

Perasan lemon juga bisa membantu.

Kebutuhan zat besi bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. Ibu hamil dan atlet memerlukan lebih banyak, dan mungkin perlu suplementasi di bawah pengawasan dokter.

>>> Keluarga Khosla Setuju Beli Seattle Seahawks dengan Rekor 9,6 Miliar Dolar

Pencegahan dimulai dengan pola makan seimbang kaya zat besi. Bagi yang berisiko, seperti wanita menstruasi atau vegetarian, diperlukan kewaspadaan ekstra.

Jika defisiensi terdiagnosis, dokter mungkin menyarankan suplemen.

Kekurangan zat besi dan nutrisi lain dapat menurunkan imunitas, meningkatkan risiko infeksi, penyakit kronis, depresi, dan masalah lainnya.

Oleh karena itu, penting untuk tidak membiarkan pola makan miskin nutrisi.

>>> Christopher Nolan Bela The Odyssey dari Kritik Pra-Rilis

Memasukkan makanan kaya zat besi ke dalam menu harian adalah langkah penting menuju kesehatan yang lebih baik. Ingat, pola makan seimbang tetap kunci untuk mendapatkan semua nutrisi esensial.