Diet fruitarian adalah versi sangat ketat dari pola makan vegan. Semua produk hewani, termasuk susu, dihilangkan dan diganti dengan konsumsi buah mentah.

Beberapa makanan seperti sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian masih diperbolehkan dalam jumlah terbatas. Namun, sereal, kacang-kacangan, umbi-umbian, dan makanan yang dimasak sangat dibatasi atau dilarang.

>>> Netanyahu Peringatkan Iran, Israel Siap Hadapi Segala Skenario Perang

Manfaat Buah bagi Kesehatan

Buah kaya serat yang membantu menurunkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Apel, pir, blackberry, dan raspberry adalah sumber serat yang baik.

Jeruk, stroberi, dan paprika merah mengandung vitamin C tinggi yang baik untuk gigi, gusi, dan sistem kekebalan tubuh.

Pisang, jambu biji, melon, dan mangga menyediakan kalium yang membantu menjaga tekanan darah stabil dan keseimbangan cairan tubuh.

Buah jeruk dan tropis juga mengandung folat yang penting untuk produksi sel darah merah dan perkembangan janin.

Plum, prune, dan berbagai buah beri kaya antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas.

Risiko Kekurangan Nutrisi

Diet yang hanya berpusat pada buah sangat kekurangan protein, lemak, kalsium, vitamin B, dan asam lemak omega-3.

Kekurangan ini dapat menyebabkan malnutrisi, memperlambat metabolisme, dan memicu anemia, kelelahan kronis, serta sistem imun yang lemah.

>>> Data PHK Kemnaker Dinilai Tak Akurat, Said Iqbal Sebut Angka Riil Jauh Lebih Besar

Kekurangan kalsium jangka panjang meningkatkan risiko osteoporosis di kemudian hari.

Tubuh membutuhkan sekitar 250–350 gram protein setiap hari untuk memperbarui massa protein. Diet fruitarian sulit memenuhi kebutuhan ini.

Kandungan gula alami yang tinggi dalam buah membuat diet ini tidak cocok bagi penderita diabetes, prediabetes, PCOS, atau resistensi insulin.