Seorang pemburu hantu misterius tiba di istana yang diliputi kutukan jahat. Ia bertekad memusnahkan seluruh garis keturunan raja.

Itulah premis serial Netflix terbaru berjudul "The East Palace" — perpaduan brutal antara drama kerajaan, horor, dan aksi okultisme bergaya Joseon.

>>> Sunmi Rilis Single Musim Hujan 'Forever July'

Serial delapan episode ini akan dirilis secara global pada 17 Juli. Empat episode pertama telah diperlihatkan kepada pers.

Cerita berawal ketika putra mahkota ditemukan tewas dalam keadaan misterius. Rumor menyebar bahwa roh kolam terkutuk kembali untuk menuntut nyawa keturunan raja.

Raja (Cho Seung-woo) awalnya mengabaikan takhayul itu. Namun ia terpaksa bertindak setelah putra bungsunya yang tersisa jatuh sakit.

Secara rahasia, raja memanggil Gu-cheon (Nam Joo-hyuk), seorang pendekar bayaran yang bisa menyeberang ke alam roh untuk membunuh iblis.

Bersama Saeng-gang (Roh Yoon-seo), dayang istana yang bisa mendengar suara orang mati, mereka mulai mengungkap kebenaran kelam di balik kolam istana.

Dunia Roh yang Mencekam

Pencapaian visual utama serial ini terletak pada desain ruang berlapis, di mana realitas dan "dunia roh" saling tumpang tindih.

Alam roh digambarkan sebagai cerminan istana Joseon yang sesungguhnya — realitas alternatif yang dikuasai kegelapan dan hukum fisika yang melenceng.

Aksi fantasi gelap yang diperagakan Gu-cheon dan Saeng-gang memberikan sensasi genre murni yang mendebarkan.

>>> Cho Seong-jin Tampil Bersama Musisi Berlin Philharmonic di Seoul

Cho Seung-woo berperan sebagai raja yang menyembunyikan obsesi gila di balik wajah penguasa bijaksana. Karakternya menjadi jangkar emosional yang kokoh.

Namun, horor sesungguhnya dari "The East Palace" bukan berasal dari adegan aksi atau entitas supernatural.