Erlan atau E, terduga pelaku pembunuhan sekretaris dinas (Sekdin) Bangkalan, RYS (50), hingga kini masih buron.

Jasad RYS ditemukan di dalam mobil dinas di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

>>> UNESCO Tambah 14 Cagar Biosfer Baru, Ini Daftar Lengkapnya

Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur mengungkap fakta baru terkait pergerakan dan latar belakang Erlan.

Kepala Tim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Aipda Sigit Dwi Susanto menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi.

Sigit mengatakan, Erlan kerap berpindah-pindah lokasi persembunyian untuk menghindari pengejaran. Hal itu semakin intens setelah video yang diduga memperlihatkan sosoknya viral di media sosial dan media massa.

"Karena kan sudah terlanjur viral banyak media yang ngungkap video terduga pelaku, jadi pelaku semakin berpindah-pindah, akhirnya kami inisiatif, inisiatif pribadi untuk mempersempit ruang pelaku bergerak," kata Sigit, Rabu (15/7).

Sigit yang dikenal dengan panggilan Hellboy ini mengatakan, Erlan dapat terus berpindah tempat karena masih ada pihak yang bersedia menampungnya.

"Masalahnya kan dia masih ada yang nampung, pindah-pindah dan masih ada yang nampung," ujarnya.

Selain kasus pembunuhan, Erlan diduga memiliki rekam jejak sebagai pelaku penipuan terhadap sejumlah perempuan.

Hampir seluruh perempuan yang didatangi tim penyidik ternyata berstatus korban penipuan Erlan, bukan sekadar kenalan biasa.

"Semua yang kita samperin itu ternyata korban semua.

Termasuk yang kemarin unggahan dari media, video yang orang dia berangkat ke Bali itu, ternyata itu dari korbannya juga ditipu," katanya.

Sigit menambahkan, kini semakin banyak korban yang mulai berani membuka suara. Dari penyelidikan, target penipuan Erlan memiliki pola serupa, yakni perempuan berstatus janda dengan kondisi ekonomi mapan.