>>> Lamine Yamal Pincang Usai Semifinal, Rodri Kritik Wasit

"Kalau background-nya memang dia kan nipu-nipu janda-janda. Rata-ratanya ngincarnya janda-janda kaya," ucapnya.

Untuk mempersempit ruang gerak Erlan, Sigit bersama sejumlah rekan berinisiatif membuat sayembara berhadiah bagi masyarakat yang memberikan informasi soal keberadaan terduga pelaku.

Sayembara itu diunggah melalui akun media sosial TikTok-nya.

Sigit menegaskan, sayembara tersebut murni inisiatif pribadi dan menggunakan dana pribadi, bukan berasal dari institusi kepolisian.

"Alhamdulillah banyak informasi yang kami dapat dari netizen dan ini mulai kami dalami informasi-informasi tersebut. Semoga ada yg bisa menuntun kami menangkap pelaku," katanya.

Ia menyebut, dana sayembara turut dibantu sejumlah pihak, salah satunya ketua umum sebuah ormas yang enggan disebutkan namanya, dengan nilai yang disepakati untuk dipublikasikan sebesar Rp20 juta.

Sigit berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui kasus ini melalui sayembara tersebut, semakin cepat informasi soal keberadaan Erlan sampai ke pihak kepolisian.

"Jadi biar semua netizen peduli akhirnya pelaku nanti kalau lari ke mana pun kan akhirnya dia nginfokan ke kita gitu," ucapnya.

Ia menambahkan, dari sejumlah informasi yang masuk melalui akun media sosial yang mengelola sayembara tersebut, terdapat beberapa info yang dinilai menarik dan tengah didalami tim penyidik.

"Kebetulan di admin, yang kami pasang itu, ada beberapa info yang menarik. Insyaallah semoga bisa membantu mempercepat ketangkapnya ini.

Dan ini masih kami dalami pokoknya," ujar Sigit.

>>> Puan Sorot Fenomena SD Negeri Mulai Sepi Peminat

Hingga berita ini diturunkan, Erlan masih berstatus buron dan menjadi terduga tunggal dalam kasus pembunuhan RYS yang jasadnya ditemukan di dalam mobil dinas Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda.