Pemerintah menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko dan tata kelola sebagai fondasi menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, dalam Risk and Governance Summit (RGS) 2026 di Jakarta.

>>> Disertasi Ungkap Tiga Solusi Atasi Kekosongan Norma Status Ketenagakerjaan Dokter

Ferry menilai ketidakpastian global kini telah menjadi new normal. Ketegangan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, dan gangguan rantai pasok membentuk lanskap risiko yang semakin kompleks.

Konflik di Timur Tengah yang kembali meningkat turut memicu gejolak harga komoditas. Ekspektasi suku bunga yang sempat diperkirakan turun justru berbalik naik, berdampak pada Indonesia.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Ferry menegaskan perlunya penguatan manajemen risiko dan tata kelola yang baik. Hal ini agar mampu merespons perubahan yang berlangsung cepat.

Meski dihadapkan pada tekanan eksternal, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kuat. Proyeksi IMF dalam World Economic Outlook edisi Juli 2026 mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2026.

Sementara ADB mempertahankan proyeksi pertumbuhan 5,2%, ketika proyeksi kawasan Asia Tenggara direvisi turun dari 4,7% menjadi 4,6%.

>>> Don Ritto Ungkap Sosok Utama di Balik Kasus Febrie Adriansyah: Tukang Catut Nama Petinggi

Ferry menyebut ini sebagai sinyal positif ketahanan ekonomi Indonesia.

Pasar keuangan juga menunjukkan pemulihan setelah sempat volatil. IHSG telah kembali ke level 6.000-an.

Pemerintah menyambut positif keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan sovereign rating Indonesia di BBB- dengan prospek stabil.

Keputusan ini sejalan dengan Moody's dan Fitch yang tetap menempatkan Indonesia pada kategori layak investasi.

Berbagai lembaga internasional mengakui kemajuan Indonesia dalam memperkuat efektivitas kelembagaan, transparansi, akses pasar, dan infrastruktur pasar keuangan.

>>> Kasus Febrie Adriansyah: Pengusaha Kalimantan Bikin Ketar-ketir Don Ritto

Ferry berharap capaian ini menjadi fondasi menjaga kepercayaan investor dan pertumbuhan jangka panjang.