Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai 444,4 miliar dolar AS pada akhir Mei 2026.

Angka tersebut naik 2,1% secara tahunan dibandingkan bulan sebelumnya, demikian disampaikan BI pada Rabu (15/7).

>>> Kabar Duka Dunia Sepak Bola: Wasit Belanda Rob Dieperink Meninggal Dunia di Usia 38 Tahun, Karier Cemerlang Berakhir dengan Catatan Tragis

Ramdan Denny Prakoso, direktur eksekutif departemen komunikasi BI, mengatakan peningkatan utang terutama didorong oleh utang pemerintah yang lebih tinggi.

Utang pemerintah tercatat sebesar 217,3 miliar dolar AS pada periode yang sama.

Sementara itu, utang swasta mencapai 195,9 miliar dolar AS, turun 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

>>> Harga Samsung Galaxy A17 5G Juli 2026 Naik: Bedah Lengkap Spesifikasi, Fitur AI, dan Pertimbangan Sebelum Membeli

Struktur Utang yang Sehat

Menurut Ramdan, struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip pengelolaan utang yang hati-hati.

BI menyatakan hampir seluruh utang pemerintah merupakan utang jangka panjang dan digunakan untuk membiayai sektor produktif.

Sektor-sektor tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

>>> Siapa Anak dan Istri TGH Ahmad Muzakki Rahmatullah? Pimpinan Ponpes Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy NW di Lombok Tengah yang Kini jadi Tersangka Pembakaran 3 Santri

Utang swasta terkonsentrasi di sektor manufaktur, jasa keuangan dan asuransi, listrik dan gas, serta pertambangan.