Kemenperin Perkuat Tata Kelola Bahan Kimia untuk Dukung Aksesi OECD
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat tata kelola bahan kimia nasional untuk mendukung proses aksesi Indonesia ke Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).
Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan Sekretariat OECD, khususnya dalam penyelarasan kebijakan dan sistem pengelolaan bahan kimia dengan standar internasional.
>>> 5 Tips Packing Praktis agar Bagasi Tidak Overweight
Komitmen tersebut diwujudkan dalam 1st Fact-Finding Mission on Chemicals Management Instruments yang digelar di Jakarta pada 1–3 Juli 2026.
Agenda ini mempertemukan pemerintah Indonesia dengan Sekretariat OECD untuk mengevaluasi regulasi, kebijakan, dan implementasi pengelolaan bahan kimia di dalam negeri.
Fondasi Industri Kimia yang Lebih Aman dan Berdaya Saing
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan tata kelola bahan kimia bukan hanya untuk memenuhi persyaratan aksesi OECD.
Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi dalam membangun industri kimia nasional yang lebih aman, berdaya saing, dan berkelanjutan.
"Kami berkomitmen menyelaraskan kebijakan dan sistem pengelolaan bahan kimia.
>>> KMTR Beri Jaminan Pinjaman Sindikasi US$200 Juta untuk 13 Anak Usaha
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan global terhadap industri Indonesia sekaligus memperluas akses pasar," ujar Agus di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Melalui diskusi teknis, Sekretariat OECD memperoleh gambaran mengenai kesiapan Indonesia dalam mengadopsi instrumen internasional terkait pengelolaan bahan kimia.
Proses ini juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mengidentifikasi aspek regulasi yang masih perlu diperkuat.
Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin, Wiwik Pudjiastuti, mengatakan bahwa aksesi OECD menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengelolaan bahan kimia secara menyeluruh.
>>> Diam Bukan Berarti Kalah: Strategi Dokter Tifa Hadapi Framing 'Penyelamat Jokowi'
"Kami tidak hanya melakukan penyesuaian terhadap standar internasional, tetapi juga membangun sistem pengelolaan bahan kimia yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel," kata Wiwik.
Update Terbaru
Sinopsis Ip Man: Kung Fu Master di Bioskop Trans TV Hari ini 15 Juli 2026
Rabu / 15-07-2026, 14:53 WIB
Profil Icha Chellow: Dari Penari Sound Horeg hingga Terjerat Kasus Hukum Gegara Lirik Lagu Vulgar Anisa Bahar
Rabu / 15-07-2026, 14:51 WIB
7 Tanda Red Flag pada Chat yang Sering Diabaikan saat Kenal Sosok Baru
Rabu / 15-07-2026, 14:49 WIB
Istana: Presiden Tak Ingin Kasus Febrie Ganggu Stabilitas Ekonomi
Rabu / 15-07-2026, 14:49 WIB
Stefano Lilipaly Resmi Gabung Semen Padang, Rela Turun Kasta
Rabu / 15-07-2026, 14:49 WIB
Lapor Prabowo, Luhut Sebut Uji Bansos Digital di Banyuwangi Berhasil
Rabu / 15-07-2026, 14:49 WIB
Kelembaban Monsun Tingkatkan Risiko Banjir Bandang di AS Barat
Rabu / 15-07-2026, 14:45 WIB
Israel Makin 'Tercekik' Kekurangan Pasukan Cadangan hingga Tank Perang
Rabu / 15-07-2026, 14:45 WIB
Hasil Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz: XLSmart dan Telkomsel Menang
Rabu / 15-07-2026, 14:45 WIB
7 Aplikasi Terbukti Membayar untuk Hasilkan Saldo Dana Gratis di 2026
Rabu / 15-07-2026, 14:43 WIB
Perlengkapan dan Suplemen Olahraga dari Bintang Favorit Anda
Rabu / 15-07-2026, 14:42 WIB
Deschamps Ngeluh Soal Wasit, Luis de la Fuente Beri Balasan Menohok
Rabu / 15-07-2026, 14:42 WIB
De la Fuente usai Spanyol ke Final Piala Dunia: Semangat 2010 Kembali
Rabu / 15-07-2026, 14:42 WIB







