Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa serangan AS selanjutnya akan menyasar sejumlah fasilitas nuklir di Iran.

Pernyataan itu langsung direspons Teheran dengan meningkatkan kewaspadaan. Iran mengaktifkan sistem rudal pertahanan udara di sekitar Kota Bushehr untuk mengantisipasi serangan pasukan AS.

>>> Cara Cepat Terima Bansos Tahap 3 2026 di 23 Wilayah Prioritas Kemensos

Trump memberikan ultimatum kepada Iran bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir dan jembatan akan menjadi target pada fase terakhir, kecuali Teheran bersedia kembali bernegosiasi dengan AS.

Pemimpin Partai Republik itu menegaskan bahwa AS akan terus melancarkan serangan "sangat keras" terhadap Iran sampai dia memutuskan "itu sudah cukup".

Trump juga mengungkapkan bahwa AS telah mengadakan pembicaraan dengan Iran pada Selasa dan mendesak Teheran untuk mencapai kesepakatan.

Menanggapi ultimatum tersebut, Iran langsung mengaktifkan sistem pertahanan udara di Bushehr untuk mematahkan potensi serangan AS ke fasilitas nuklirnya.

>>> Viral Motor Penggerak BYD Copot di China, Perusahaan Buka Suara

Kantor berita Iran, Mehr News, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran selatan telah diaktifkan.

Washington kembali membombardir Iran pada Selasa (14/7), memicu rentetan ledakan di kota Hormozgan dan Sirik.

Media semi pemerintah Iran juga melaporkan proyektil menghantam lokasi di dekat Kota Hajiabad, Hormozgan, Selatan Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan serangan militer AS menghantam pos pasukan penjaga perbatasan di Hormozgan.

>>> Piala Dunia Dongkrak Popularitas Cape Verde, Minat Wisata Melonjak

"Serangan itu menewaskan tiga anggota keluarga Javad Hasanzadeh, penjaga hutan yang pekerja keras," kata Baghaei, dikutip Al Jazeera.