Remake The Witcher yang dikembangkan Fool's Theory di bawah pengawasan CD Projekt Red akan menjadi game open-world, seperti seri terbaru The Witcher 3.

Namun, menurut Artur Ganszyniec, lead story designer game orisinal tahun 2007, seharusnya tidak demikian.

>>> Lima Pemain Braves Wakili Liga Nasional di All-Star Game 2026

Dalam wawancara dengan media Polandia Chip yang diterjemahkan GamesRadar+, Ganszyniec mengatakan bahwa mengubah The Witcher menjadi dunia terbuka akan membuat "ritme dan skala seluruh proyek berubah seketika."

Ia berpendapat bahwa semakin luas dunia, semakin banyak konten yang dibutuhkan.

Menurut Ganszyniec, The Witcher orisinal kuat karena narasinya yang ringkas dan penataan ritme yang sengaja.

"Kami tahu persis di mana pemain akan berada," ujarnya, sehingga pengembang dapat merencanakan lingkungan dan cutscene dengan intuisi yang presisi.

Namun, dalam versi open-world, pemain bisa mengambil perahu di Danau Vizima dan meluncur melewati babak kelima tanpa mempedulikan rumah tua yang hancur dan tantangan yang direncanakan dengan hati-hati di game 2007.

>>> Jasmine Crockett Sebut Ras Faktor Kunci Kematian Nolan Wells

Ganszyniec mempertanyakan apakah hal itu masih terasa seperti memainkan The Witcher 1.

"Pada titik tertentu, pertanyaan pragmatis harus diajukan: kapan perkalian jalur ini berhenti menguntungkan?" kata Ganszyniec.

"Anda bisa menginvestasikan waktu dan anggaran tak terbatas, tetapi apakah itu akan menghasilkan pemain baru yang tak terbatas?"

Meskipun demikian, remake The Witcher tetap akan menjadi open-world.

>>> KPK Amankan Barang Bukti Elektronik saat Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi

Namun, pertanyaan Ganszyniec layak direnungkan saat industri game terus memutuskan apakah masih menghargai pelestarian masa lalu dalam perjalanannya menginginkan lebih banyak hal.