Proyek The Witcher Remake menghadapi tantangan besar: memodernisasi RPG klasik tanpa kehilangan identitas aslinya.

Artur Ganszyniec, lead story designer game pertama, menilai salah satu risiko terbesar adalah membuat remake terlalu mirip The Witcher 3: Wild Hunt.

>>> AS Serang Lebih dari 100 Target di Iran, Tehran Balas Serang Pangkalan Teluk

Dalam wawancara dengan Mateusz Łysoń, Ganszyniec membahas apa yang sebaiknya diubah dan dipertahankan dalam remake yang dikembangkan Fool's Theory bersama CD Projekt Red.

Keterbatasan Berat di Game Asli

Ganszyniec menggambarkan game pertama sebagai proyek ambisius oleh tim yang antusias namun minim pengalaman dan sumber daya.

"Dengan segala hormat pada kerja semua orang, di beberapa aspek ini pada dasarnya adalah upaya modding," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa The Witcher 3 akhirnya lebih mendekati visi awal tim jika mereka memiliki teknologi, anggaran, dan pengalaman yang ada saat ini.

Meski banyak penggemar mengharapkan dunia terbuka mulus, Ganszyniec percaya pendekatan itu bisa mengubah fungsi cerita asli secara fundamental.

Game pertama mengandalkan lingkungan yang terkontrol, di mana pengembang selalu tahu posisi pemain sehingga peristiwa cerita dapat dipicu secara alami.

"Jika kita membuka lokasi, akan ada lebih banyak ruang, dan jika ada lebih banyak ruang, perlu lebih banyak konten," jelasnya.

Memperluas peta akan meningkatkan kompleksitas pengembangan dan mengubah ritme narasi.

>>> Alexander Zverev Tembus Final Wimbledon untuk Pertama Kalinya

Sebagai contoh, Ganszyniec menyebut kawasan Lake Vizima di Babak V.

Dalam versi open world, pemain bisa melewati perkembangan cerita kunci hanya dengan naik perahu langsung ke lokasi penting.

"Mungkin menarik dari sudut pandang pemain, tapi sebagai desainer saya sudah bisa merasakan rambut saya memutih," candanya.