Efek Diet Karnivora pada Tubuh: Risiko Kolesterol hingga Gagal Ginjal
Diet karnivora, atau "zero carb", hanya memperbolehkan daging, unggas, telur, seafood, ikan, dan beberapa produk susu seperti keju atau mentega.
Semua makanan nabati—sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan—dilarang.
>>> Mathieu van der Poel Menang Sprint Empat Pembalap di Etape 9 Tour de France
Dr. Howard LeWine, internis dan kepala editor medis di Harvard Health Publishing, menjelaskan cara kerja diet ini dan risikonya.
Dari Keto ke Karnivora: Ketika Diet Ekstrem
Diet karnivora termasuk dalam keluarga keto. Tujuannya sama: memotong glukosa dan gula, memaksa tubuh membakar lemak sebagai energi.
Proses ini menghasilkan keton yang menyebabkan ketosis.
Diet keto klasik biasanya terdiri dari 70-75% kalori dari lemak, 20% dari protein, dan maksimal 10% dari karbohidrat.
Karnivora lebih ekstrem karena hampir tidak mengandung karbohidrat sama sekali.
Proporsi lemak dalam diet karnivora tidak tetap, hanya bergantung pada kandungan lemak alami dalam makanan hewani.
Lemak Jenuh: Risiko Lebih Tinggi dari Keto
Beberapa diet keto menekankan lemak "sehat" (tak jenuh tunggal dan ganda), tetapi karnivora lebih banyak mengandalkan lemak hewani yang kaya lemak jenuh.
>>> Keluarga Kerajaan Inggris Hadiri Final Wimbledon 2026
Lemak jenuh adalah penyebab utama peningkatan LDL (kolesterol jahat).
Peningkatan LDL ini menjadi kelemahan utama semua diet ketogenik, baik jangka pendek maupun panjang.
Namun, diet karnivora juga membawa masalah tambahan: risiko batu ginjal, asam urat, osteoporosis, dan gangguan fungsi ginjal akibat asupan protein yang sangat tinggi.
Penurunan Berat Badan: Manfaat Sementara dengan Risiko Besar
Memaksa tubuh membakar lemak memang sering menyebabkan penurunan berat badan.
Namun, Dr. LeWine memperingatkan bahwa hal itu bukan alasan untuk mencoba diet ini, dan ia secara khusus tidak merekomendasikannya.
Sebagai contoh, pada 2019, seorang wanita muda Israel dirawat di rumah sakit karena malnutrisi parah dan kerusakan otak ireversibel setelah hanya mengonsumsi jus buah dan air selama tiga minggu.
>>> Persaingan Sengit di Scottish Open: Tiga Pegolf Berbagi Puncak Klasemen
Dari demam keto hingga paleo mentah dan detoks, pendekatan diet ini sering menjanjikan kesehatan atau penurunan berat badan, tetapi dalam jangka panjang justru berbahaya.
Update Terbaru
Tan Kian, Pemilik Pacific Place, Kembali Terseret Kasus Asabri
Senin / 13-07-2026, 02:27 WIB
Roy Suryo Cabut Kuasa dari TAAKAA, Kecewa dengan Pernyataan Ahmad Khozinudin
Senin / 13-07-2026, 02:27 WIB
Mahfud MD Tagih Janji Prabowo Berantas Mafia Hukum
Senin / 13-07-2026, 02:22 WIB
Amerika Minta Dunia Tak Pedulikan Klaim Iran di Selat Hormuz: Jalur Itu Tetap Dibuka
Senin / 13-07-2026, 02:22 WIB
Mangmi Luncurkan Air Y dan Air Y Pro, Handheld Gaming Android Vertikal
Senin / 13-07-2026, 02:22 WIB
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Anjlok usai Cristiano Ronaldo Tersingkir
Senin / 13-07-2026, 02:13 WIB
Tulang yang Terlupakan di Laci Ungkap Penemuan Dinosaurus Pertama di Antartika
Senin / 13-07-2026, 02:00 WIB
Peta Cuaca Ramalkan Dinding Hujan Besar Guyur Inggris
Senin / 13-07-2026, 01:49 WIB
Cristopher Sanchez Jadi Starter NL di MLB All-Star Game 2026
Senin / 13-07-2026, 01:49 WIB
Pencarian Tiga Orang Hilang di Lake Pepin Setelah Perahu Terbalik
Senin / 13-07-2026, 01:49 WIB
Jim Cramer Kaitkan Penurunan Nasdaq dengan SpaceX, Peringatkan Investor Teknologi
Senin / 13-07-2026, 01:49 WIB
Washington Nationals Pertahankan James Wood, Outfielder yang Memimpin MLB
Senin / 13-07-2026, 01:47 WIB
Walker Jenkins Masuk Skuad Futures Game Usai Tampil Impresif di Triple A
Senin / 13-07-2026, 01:47 WIB
Yankees Pilih Luke Pettitte di Putaran Kedelapan Draft MLB 2026
Senin / 13-07-2026, 01:47 WIB







