Badai petir hebat dan cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Eropa dan Bangladesh, menyebabkan banjir serta korban jiwa.

Di Prancis, hujan es sebesar bola golf dilaporkan terjadi di bagian tenggara, dengan ukuran antara 5 hingga 7 sentimeter.

>>> Gianni Infantino Kantongi Dukungan Lebih dari 200 Negara untuk Pemilihan Kembali FIFA

Jalanan tertutup es, merusak kendaraan, bangunan, dan kebun anggur. Badai juga melanda Jerman dan Polandia.

Hujan deras dan angin kencang menyebabkan banjir lokal. Di Wrocław, Polandia, jalan dan layanan trem terganggu akibat banjir dan pohon tumbang.

Otoritas setempat mengimbau warga tetap di dalam rumah dan bersiap menghadapi pemadaman listrik karena badai diperkirakan masih akan turun.

Sementara itu, hujan monsun lebat di Bangladesh menewaskan sedikitnya 53 orang. Ibu kota Dhaka mengalami hujan terus-menerus selama lebih dari seminggu, memicu banjir parah dan tanah longsor.

>>> KAI Perkuat Layanan Inklusif dan Fasilitas Ramah Disabilitas

Permukiman pengungsi Cox's Bazar terdampak signifikan, dengan warga dievakuasi akibat naiknya air.

Distrik Chattogram mencatat curah hujan 412,3 mm dalam 24 jam, rekor tertinggi untuk Juli dalam 42 tahun.

Sekitar satu juta orang terdampak, banyak yang mengungsi ke tempat penampungan pemerintah. Bangladesh yang berupa dataran rendah dengan banyak sungai sangat rentan terhadap banjir saat musim monsun.

>>> Toyota Buktikan Ketangguhan Veloz Hybrid EV, Tuntaskan Ekspedisi 6.500 Km Keliling Sulawesi Tanpa Kendala

Hujan lebih lanjut diperkirakan masih akan turun, meningkatkan kekhawatiran akan banjir bandang dan tanah longsor.