Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disoraki dan didesak mundur dari jabatannya saat berpidato di upacara kelulusan militer di Israel selatan pada Kamis (25/6).

Menurut harian Yedioth Ahronoth, seperti dilansir Anadolu Agency, teriakan tersebut muncul saat pidato Netanyahu di upacara kelulusan perwira tempur di pangkalan militer Bahad 1, sekolah pelatihan perwira tentara Israel.

in1

>>> Kode Park Bunker di Map Verdansk dan Cara Membukanya

Dalam pidatonya, Netanyahu mengklaim Israel berada di puncak perang regional yang berkelanjutan.

Dia juga mengklaim Israel berhasil mengubah aturan main di kawasan, menghancurkan penghalang rasa takut, dan membuktikan kekuatan cengkeraman besinya.

Seruan itu muncul di tengah gelombang protes yang berlangsung di beberapa kota Israel terhadap pemerintah Netanyahu.

Para demonstran menuntut pemilihan umum dini dan menyalahkan pemerintah atas kegagalan terkait serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 serta dampak perang di Jalur Gaza dan wilayah yang lebih luas.

>>> Hasil Piala Dunia 2026: Turki Bungkam AS Lewat Drama 5 Gol

Awal pekan ini beredar kabar bahwa pemerintah Amerika Serikat Donald Trump berupaya mengganti pemerintahan Netanyahu, usai berulang kali cekcok soal Iran.

Channel 12 pada Minggu (21/6) melaporkan para pejabat di pemerintahan Trump meyakini bahwa pemerintahan Netanyahu mesti diganti karena unsur-unsurnya yang terlalu garis keras.

Pemerintahan AS telah menyatakan keprihatinan tentang kelompok garis keras dalam pemerintahan Netanyahu dan berupaya membangun basis dukungan populer baru sebelum pemilu Israel, demikian laporan Channel 12 seperti dikutip Anadolu Agency.

Jajak pendapat yang dirilis surat kabar Israel Maariv pada Jumat (19/6) lalu menunjukkan oposisi Israel dapat membentuk pemerintahan jika pemilihan diadakan hari itu.

>>> Mengenal Curling Parenting, Benarkah Ini Pola Asuh Terbaik?

Oposisi unggul 61 kursi dibandingkan 49 kursi untuk blok Netanyahu. Jajak pendapat juga mengindikasikan partai-partai Arab akan memenangkan 10 kursi dalam pemilu yang dijadwalkan Oktober mendatang.