Iran kembali menjadi sasaran serangan siber yang diduga berasal dari Israel.

Kali ini, tiga bank besar yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengalami gangguan total pada layanan perbankan mereka.

in1

>>> Taylor Swift dan Travis Kelce Ajukan Izin Tutup Jalan di Sekitar Madison Square Garden

Informatics Services Corporation (ISC) melaporkan bahwa serangan tersebut menghentikan sementara seluruh operasi berbasis kartu di Bank Melli, Bank Saderat, dan Bank Tejerat.

Akibatnya, ATM, mesin EDC, dan aplikasi mobile banking tidak dapat digunakan.

Menurut laporan Reuters pada Rabu (24/6), tim keamanan siber Iran saat ini berupaya memulihkan sistem agar kembali normal.

Kepala hubungan masyarakat ISC mengonfirmasi bahwa semua layanan yang terhubung dengan sistem kartu terdampak.

Sebelumnya, pada 14 Juni, beberapa bank besar termasuk Melli, Saderat, Tejarat, dan Export Development Bank of Iran juga mengalami gangguan serupa.

>>> Hotel Tepi Pantai di Venezuela Ambruk Diguncang Gempa Kembar

Dewan Koordinasi Perbankan Iran menyebut insiden itu disebabkan oleh serangan siber yang menargetkan sistem komunikasi bersama.

Media pemerintah Iran mengutip pernyataan bank sentral yang menyebutkan bahwa masalah terbaru ini diperkirakan selesai pada Rabu pagi, dan seluruh layanan akan kembali beroperasi normal.

Para pejabat menegaskan bahwa insiden sebelumnya tidak mengakibatkan kebocoran data nasabah.

Meskipun Iran belum secara resmi menuding pihak tertentu, otoritas setempat kerap menuduh aktor asing yang bermusuhan, seperti Israel, sebagai dalang serangan siber serupa.

>>> Gempa Dahsyat Venezuela: Korban Jiwa Berpotensi Capai 100.000 Orang

Israel sendiri tidak memberikan komentar atas tuduhan tersebut.