Trump Ancam Hentikan Negosiasi Damai Jika Iran Pungut Biaya di Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran terkait masa depan kesepakatan damai yang tengah dirundingkan kedua negara.
Trump mengancam akan langsung menghentikan seluruh proses perundingan jika Teheran terbukti mengenakan biaya atau pungutan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
>>> Sertifikasi AI Jadi Nilai Tambah, 96 Persen Perusahaan Siap Bayar Karyawan Lebih Mahal
Pernyataan itu disampaikan Trump setelah muncul spekulasi mengenai kemungkinan Iran memberlakukan biaya tertentu bagi kapal yang menggunakan jalur pelayaran strategis tersebut.
Menurut Trump, Iran sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa tidak akan ada tarif, biaya asuransi tambahan, maupun pungutan lain terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz.
"Iran telah mengindikasikan bahwa tidak ada tarif, tidak ada biaya asuransi dan tidak ada pungutan apa pun yang diminta atau diterima Iran dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz," ungkap Trump, dikutip Kamis (25/6).
Namun Trump menegaskan, apabila informasi tersebut ternyata tidak benar, maka seluruh proses negosiasi damai akan langsung dihentikan.
"Jika informasi ini ternyata palsu, maka negosiasi akan berakhir seketika!" tegas Trump.
Saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan Iran memungut biaya bagi kapal yang melintas, Trump juga menunjukkan sikap keras.
"Itu tidak akan bisa saya terima," kata Trump.
Ancaman tersebut muncul di tengah upaya Amerika Serikat dan Iran membangun kesepakatan permanen pascaperang yang sempat mengguncang kawasan Timur Tengah selama beberapa bulan terakhir.
Selat Hormuz menjadi salah satu isu paling sensitif dalam perundingan kedua negara.
>>> Pidato Prabowo di PENAS Tuai Kontroversi, Netizen Kecewa
Jalur laut sempit itu merupakan urat nadi perdagangan energi global karena menjadi lintasan utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk.
Update Terbaru
Microsoft Berbalik Arah: 8GB RAM Kini Dibilang Cukup untuk Windows 11
Kamis / 25-06-2026, 10:56 WIB
Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa di Era Digital
Kamis / 25-06-2026, 10:56 WIB
Gempa Kembar 7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Gedung Runtuh di Caracas
Kamis / 25-06-2026, 10:45 WIB
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2.655.000/Gram, Buyback Turun Rp52.000
Kamis / 25-06-2026, 10:45 WIB
Survei: Kebijakan Trump Bikin AS Kehilangan Martabat di Mata Dunia
Kamis / 25-06-2026, 10:42 WIB
Kasus Taufik Hidayat Meluas, Polisi Telusuri Korban Lain dan Motif Pelaku
Kamis / 25-06-2026, 10:40 WIB
Petinggi Astra Borong Saham ASII saat Harga Terkoreksi Dalam
Kamis / 25-06-2026, 10:40 WIB
Rocky Gerung: Prabowo Bisa Jatuh Jika Tak Reshuffle 80% Kabinet
Kamis / 25-06-2026, 10:40 WIB
Cek Status Penerima PIP 2026 Secara Online Lewat SIPINTAR, Begini Caranya
Kamis / 25-06-2026, 10:35 WIB
Cara Cek PKH dan BPNT 2026 Secara Online, Begini Langkah Mudahnya
Kamis / 25-06-2026, 10:35 WIB
8 Cara Mengatasi HP Cepat Panas di 2026 agar Performa Stabil
Kamis / 25-06-2026, 10:29 WIB
Cara Cek Daftar 5 Daerah yang Sudah Mendapatkan Penyaluran BLT Dana Desa Tahun 2026
Kamis / 25-06-2026, 10:28 WIB
Kesepian dan Depresi Lansia, Tantangan RI saat Populasi Kian Menua
Kamis / 25-06-2026, 10:21 WIB
BTS Raih Dua Posisi Teratas di Tangga Lagu Oricon Jepang Semester Pertama
Kamis / 25-06-2026, 10:21 WIB






