Israel Tolak Mundur dari Lebanon Meski Ditekan AS, 200.000 Warga Tak Boleh Kembali
Israel menunjukkan sikap keras terhadap tekanan internasional terkait kehadiran militernya di Lebanon Selatan. Pihaknya menekankan tidak akan mundur meskipun dituntut oleh sekutunya, Amerika Serikat.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan pasukan negaranya tidak akan meninggalkan zona keamanan yang telah dibentuk di wilayah tersebut.
>>> 5 Perumahan di Cibinong dengan Lokasi Strategis, Harga Mulai Rp600 Jutaan
Hal ini berlaku bahkan jika permintaan penarikan datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menurut Katz, keberadaan pasukannya di zona keamanan tersebut berkaitan langsung dengan faktor keamanan dan pengalaman masa lalu yang dinilai membahayakan tentara Israel.
“Bahkan jika ada tuntutan dari Amerika, kami tidak akan mundur,” kata Katz, dikutip dari The Times of Israel, Kamis (25/6).
Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan kembali ratusan ribu warga Lebanon ke wilayah yang saat ini berada di dalam zona keamanan tersebut.
Menurutnya, hal itu hanya akan menimbulkan kekacauan bagi prajurit Israel.
“Sebanyak 200.000 warga Lebanon tidak akan kembali.
Karena apa yang terjadi pada masa lalu di zona keamanan, ketika ada populasi sipil di sana adalah munculnya bom pinggir jalan dan serangan terhadap para prajurit,” ujarnya.
Katz menilai keberadaan warga sipil di area yang berdekatan dengan aktivitas kelompok bersenjata berpotensi menciptakan ancaman baru bagi pasukan Israel.
“Kami tidak akan mundur,” tegasnya kembali.
>>> 20 Contoh Soal UKKJ Guru Muda ke Madya beserta Jawabannya, Pilihan Ganda & Essay
Pernyataan itu menjadi sinyal terbaru bahwa Tel Aviv tidak berniat mengubah kebijakan militernya di Lebanon dalam waktu dekat.
Hal ini terjadi meskipun Washington tengah berupaya mendorong penyelesaian diplomatik dan memperkuat peran pemerintah Lebanon dalam mengamankan wilayahnya sendiri.
Update Terbaru
Video: Polisi Sacramento Gunakan Drone Bermagnet untuk Melucuti Senjata Tersangka
Kamis / 25-06-2026, 06:45 WIB
8 Terpidana Kerusuhan Pusat Imigrasi Texas Dihukum Puluhan Tahun Penjara
Kamis / 25-06-2026, 06:45 WIB
3 Rekomendasi Genset 500 Watt untuk Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik
Kamis / 25-06-2026, 06:42 WIB
Hotman Paris Ditelepon 'Orang Dekat Solo', Diminta Hapus Video soal Roy Suryo
Kamis / 25-06-2026, 06:42 WIB
Sekjen Kemenkeu Robert Marbun Resmi Jadi Komisaris Pertamina
Kamis / 25-06-2026, 06:42 WIB
70mai Luncurkan Dashcam A800SE-4G dengan True 4K dan Koneksi 4G di Indonesia
Kamis / 25-06-2026, 06:40 WIB
Atribut Tak Edukatif Saat MPLS Bisa Berujung Sanksi Berat, Ini Aturan Lengkapnya
Kamis / 25-06-2026, 06:40 WIB
Wamendiktisaintek Ungkap Penyebab Banyak Lulusan Sarjana Sulit Dapat Kerja
Kamis / 25-06-2026, 06:40 WIB
35+ Contoh Karangan Alasan Masuk SMA untuk MPLS 2026
Kamis / 25-06-2026, 06:30 WIB
11 Contoh Kesan dan Pesan MPLS Singkat untuk Siswa Baru
Kamis / 25-06-2026, 06:30 WIB
Ford 1941 Ditemukan di Kapal Induk Perang Dunia II yang Tenggelam di Pasifik
Kamis / 25-06-2026, 06:11 WIB
GM Investasi Rp2,4 Triliun untuk Cadillac Baru Bertenaga Bensin
Kamis / 25-06-2026, 06:11 WIB
Tebak Penyanyi Kanada dalam Bikini Animal Print
Kamis / 25-06-2026, 05:57 WIB
Olivia Wilde Bantah Terlibat Pertengkaran dengan Florence Pugh di Set Film
Kamis / 25-06-2026, 05:56 WIB






