Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Fauzan mengungkap penyebab masih tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan sarjana di Indonesia.

Berdasarkan data tahun 2025, jumlah pengangguran sarjana mencapai sekitar 1,1 juta orang. Hal ini menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan tinggi.

in1

>>> 35+ Contoh Karangan Alasan Masuk SMA untuk MPLS 2026

Pernyataan itu disampaikan Fauzan dalam Employer Forum 2026 yang digelar Universitas Indonesia. Ia menilai banyak lulusan perguruan tinggi berada dalam kondisi ambigu.

"Artinya dia punya ijazah, tapi dia masuk dalam dunia yang ambigu. Mengapa ambigu?

Karena kompetensinya tidak cukup untuk membedah problematika yang ada di sekitarnya," ujar Fauzan.

Pendidikan Tinggi Masih Gunakan Pola Lama

Menurut Fauzan, salah satu penyebab utama adalah belum relevannya sebagian sistem pendidikan tinggi dengan perkembangan zaman. Beberapa kampus masih menggunakan pola pembelajaran lama.

"Pendidikan tinggi di Indonesia ini masih menggunakan langgam lama. Dinamika lingkungan dan masyarakat tidak dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan pendidikan tingginya," tuturnya.

>>> 11 Contoh Kesan dan Pesan MPLS Singkat untuk Siswa Baru

Fauzan juga menyoroti perubahan kondisi pasar kerja. Jika dahulu perusahaan berlomba mencari talenta terbaik, kini jutaan lulusan justru bersaing mencari pekerjaan.

Banyak perusahaan menganggap lulusan perguruan tinggi belum siap bekerja. Mereka dinilai masih membutuhkan pelatihan tambahan sebelum terjun ke dunia industri.

"Satu sisi, kita mengatakan lulusan kita siap bekerja, tapi kenyataannya bagi industri mereka hanya siap dilatih," jelasnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Fauzan mendorong perguruan tinggi membentuk Center of Excellence. Program itu diharapkan dapat dirancang bersama industri agar lulusan lebih mudah terserap dunia kerja.

>>> Tebak Penyanyi Kanada dalam Bikini Animal Print

Ia juga berharap kampus mampu mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing global. Menurutnya, lulusan Indonesia dapat menjadi aset strategis bagi posisi Indonesia di dunia internasional.