AS: Israel Tak Akan Duduki Lebanon Jika Pemerintahannya Mampu Amankan Wilayah
Amerika Serikat menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kepentingan untuk menduduki Lebanon.
Menurut Washington, Tel Aviv akan menarik pasukannya jika pemerintah dan militer Lebanon mampu mengamankan wilayahnya sendiri dari Hizbullah.
>>> 5 Contoh Pidato Wali Kelas untuk Wali Murid saat Pembagian Raport yang Simpel dan Menarik
Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam keterangan pers, Kamis (25/6).
Rubio menekankan bahwa tujuan utama AS saat ini adalah memperkuat peran pemerintah dan militer Lebanon agar mampu mengendalikan wilayahnya tanpa campur tangan kelompok bersenjata.
"Lebanon dan militernya harus mampu mengendalikan serta mengamankan semakin banyak wilayah mereka sendiri. Karena yang seharusnya menguasai wilayah Lebanon adalah Lebanon, bukan Hizbullah," ujar Rubio.
Rubio menjelaskan bahwa keberadaan pasukan Israel di sebagian wilayah Lebanon bukan disebabkan sengketa teritorial. Melainkan akibat serangan roket dan drone yang diluncurkan Hizbullah dari Lebanon ke Israel.
"Satu-satunya alasan Israel berada di Lebanon adalah karena Hizbullah meluncurkan roket dan drone dari sana. Mereka sudah menjelaskan hal itu dengan sangat jelas," katanya.
Ia menambahkan bahwa negosiasi antara kedua pihak masih berlangsung dan menjadi fokus utama diplomasi AS di kawasan.
>>> Cara Nikmati Layar 7 Inci di HP Candy Bar Huawei Terbaru yang Lebih Hemat di 2026
Washington berharap pemerintah Lebanon secara bertahap mampu memperluas kendali keamanan negara dan mengurangi wilayah yang berada di bawah pengaruh Hizbullah.
"Semakin banyak wilayah yang dapat diamankan Angkatan Bersenjata Lebanon dan semakin sedikit wilayah yang berada di bawah kendali Hizbullah, maka semakin sedikit pula keberadaan Israel di Lebanon," tegas Rubio.
Rubio juga menepis anggapan bahwa Israel memiliki ambisi terhadap wilayah Lebanon. Ia menegaskan pemerintah Israel tidak memiliki konflik dengan rakyat Lebanon maupun klaim atas wilayah negara tersebut.
"Saya pikir Israel sudah sangat jelas. Mereka tidak memiliki persoalan dengan rakyat Lebanon dan tidak memiliki klaim atas wilayah Lebanon," ujarnya.
Ia kembali menekankan bahwa keterlibatan Israel di Lebanon dipicu oleh penggunaan wilayah itu sebagai basis peluncuran drone dan rudal yang mengancam keamanan Israel.
AS terus mendorong pengaturan keamanan baru yang memungkinkan pemerintah Lebanon mengambil alih kendali penuh atas wilayahnya.
>>> Xiaomi Rilis Mijia Smart Pressure Cooker 2 Pro dengan Dua Panci Bebas Fluorin
"Proses itulah yang sedang kami upayakan melalui perundingan yang berlangsung saat ini. Itu adalah inti dari pembicaraan tersebut," pungkas Rubio.
Update Terbaru
Tebak Penyanyi Kanada dalam Bikini Animal Print
Kamis / 25-06-2026, 05:57 WIB
Olivia Wilde Bantah Terlibat Pertengkaran dengan Florence Pugh di Set Film
Kamis / 25-06-2026, 05:56 WIB
Surat Penangkapan Dikeluarkan untuk Mantan Istri Eminem yang Bolos Sidang DUI
Kamis / 25-06-2026, 05:56 WIB
Savannah Guthrie Hubungi Polisi Usai YouTuber Streaming di Depan Rumah Ibunya
Kamis / 25-06-2026, 05:56 WIB
Daftar 9 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Swiss dan Kanada Terbaru
Kamis / 25-06-2026, 05:56 WIB
Media Israel Nilai Turki Lebih Berbahaya dari Iran, Ini Alasannya
Kamis / 25-06-2026, 05:56 WIB
30 Pegawai Bea Cukai Juanda Diperiksa dalam Kasus Impor HP Bekas Ilegal
Kamis / 25-06-2026, 05:56 WIB
Deret Keheranan Tifa Saat Ditangkap: Diborgol hingga Dibawa ke Polda
Kamis / 25-06-2026, 05:55 WIB
Ramalan Zodiak 25 Juni: Aquarius Susun Rencana, Capricorn Tambah Motivasi
Kamis / 25-06-2026, 05:55 WIB
Pria Hobi Lari Rekam Momen Pernikahan Pakai Strava, Hasilnya Unik
Kamis / 25-06-2026, 05:55 WIB
Jadwal KRL Solo Jogja 24–25 Juni 2026 Lengkap dari Palur hingga Tugu
Kamis / 25-06-2026, 05:50 WIB
Polisi Montreal, Warga, dan Pelaku Tewas dalam Baku Tembak
Kamis / 25-06-2026, 05:45 WIB
Profesor Indonesia: Rusia dan ASEAN Perlu Perdalam Kerja Sama di Tengah Sanksi AS
Kamis / 25-06-2026, 05:44 WIB
Eks Plt Direktur PU Ditahan, Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
Kamis / 25-06-2026, 05:42 WIB






