Media Israel, Maariv, menilai Turki kini menjadi ancaman yang lebih besar bagi keamanan Israel dibandingkan Iran, musuh tradisional Tel Aviv.

Pandangan ini muncul dalam sebuah artikel analisis yang diterbitkan Maariv dan dikutip Middle East Eye.

in1

>>> 30 Pegawai Bea Cukai Juanda Diperiksa dalam Kasus Impor HP Bekas Ilegal

Artikel tersebut menyoroti posisi Turki sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar kedua di NATO.

Selain itu, Ankara telah mencapai kemandirian sekitar 80 persen dalam sektor pertahanannya.

Kemajuan pesat dalam produksi persenjataan domestik dan teknologi militer Turki secara signifikan memperkuat posisi strategis negara itu di kawasan.

Para pembuat kebijakan Israel kini semakin memperhatikan meningkatnya pengaruh dan kapabilitas Ankara.

Hubungan Turki-Israel memburuk setelah agresi Israel ke Palestina pada Oktober 2023.

Turki beberapa kali memutus hubungan dagang dan komunikasi diplomatik akibat kebijakan Israel, terutama terkait Palestina.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahkan menyatakan Turki harus menjadi negara kuat untuk membantu Palestina melawan Israel.

>>> Deret Keheranan Tifa Saat Ditangkap: Diborgol hingga Dibawa ke Polda

Analisis Maariv menyebut ancaman paling signifikan dari Turki bisa muncul dari Angkatan Laut, khususnya kapal selam.

Turki telah membangun basis industri pertahanan canggih yang mampu memproduksi sebagian besar kebutuhan militernya.

Negara ini juga mengembangkan sistem pertahanan udara berlapis yang sebagian besar menggunakan teknologi domestik.

Menurut Global Fire Power, Turki menduduki peringkat 9 dari 145 negara dalam kekuatan militer, sementara Israel di peringkat 15.

Turki memiliki lebih dari satu juta personel militer, termasuk 401.500 personel Angkatan Darat, 100.000 Angkatan Laut, dan 52.580 Angkatan Udara.

Angkatan Udara Turki mengoperasikan 1.101 unit pesawat, termasuk 201 pesawat tempur dan 111 helikopter serang.

>>> Ramalan Zodiak 25 Juni: Aquarius Susun Rencana, Capricorn Tambah Motivasi

Angkatan Darat memiliki 2.284 tank dan 1.045 artileri, sementara Angkatan Laut memiliki 14 kapal selam dan 40 kapal patroli.