Sekretaris Fraksi Partai Gerindra di DPR RI, Bambang Haryadi, membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait pengakuan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang menerima uang Rp20 juta.

Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdi Maludin, sebelumnya mengaku menerima uang tersebut terkait demonstrasi dan pertemuan dengan Gibran.

in1

>>> Mengenal Concerted Cultivation, Pola Asuh yang Bikin Anak Sibuk

Bambang meyakini penerimaan uang itu tidak ada sangkut pautnya dengan Gibran.

"Ini kan baru pengakuan sepihak dari teman-teman mahasiswa. Biarlah itu berproses.

Tapi saya yakin tidak ada sangkut pautnya dengan Mas Gibran. Mungkin ada pihak-pihak lain," kata Bambang di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (24/6).

Ia menegaskan Gerindra selalu menjaga dan mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

>>> Rumah dari Balok Plastik Daur Ulang Bisa Dibangun Hanya 5 Hari

Bambang meminta agar tidak ada isu yang memisahkan Prabowo dan Gibran. Prabowo adalah pendiri sekaligus Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Gerindra.

"Jangan sampai ada upaya memecah belah dan membuat keretakan antara Presiden dan Wakil Presiden. Hubungan mereka sangat baik dan saling mendukung," ujarnya.

UBK sebelumnya menonaktifkan Abdi terkait pengakuan menerima uang Rp20 juta. Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, mengatakan penonaktifan dilakukan untuk proses investigasi kode etik.

>>> Gempa M 6,9 Guncang Jepang, Tak Picu Tsunami

Abdi mengaku menerima uang melalui seorang alumni FH UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian. Belum ada pernyataan resmi dari kepolisian terkait pengakuan tersebut.