Kementerian Kebudayaan Korea Selatan mengalokasikan 12 miliar won atau sekitar Rp139,3 miliar tahun ini untuk mengubah arena olahraga regional dan fasilitas serbaguna menjadi tempat konser K-pop sementara.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata akan memilih enam fasilitas regional yang kurang dimanfaatkan dengan kapasitas minimal 1.000 kursi.

in1

>>> 10 Makanan Terbaik di Indonesia Versi Taste Atlas, Klepon hingga Batagor

Setiap fasilitas akan menerima hingga 2 miliar won dalam pendanaan pemerintah, namun harus menyediakan dana pendamping dari sumber lain.

Latar Belakang Inisiatif

Inisiatif ini muncul ketika ledakan global K-pop menghadapi hambatan logistik di dalam negeri.

Konser domestik sering kali diadakan di gimnasium kota atau stadion atletik yang kekurangan sistem akustik dasar dan dukungan panggung memadai.

"Proyek baru ini merupakan langkah awal yang krusial dalam memperluas infrastruktur pertunjukan agar sesuai dengan status global K-pop," kata Choi Sung-hee, direktur jenderal Biro Industri Konten dan Media Kementerian.

>>> Jadwal Veda Ega di Moto3 Belanda 2026: Upaya Dekati Podium Lagi

Renovasi akan fokus pada perbaikan berdampak tinggi, termasuk pemasangan material akustik, tempat duduk yang dapat disesuaikan, pencahayaan panggung profesional, dan ruang ganti.

Untuk tempat olahraga, anggaran juga mencakup biaya sistem perlindungan lapangan agar arena dapat beralih kembali ke acara atletik.

Tempat yang terpilih diharuskan menyelenggarakan konser berbayar setelah renovasi untuk memastikan pengembalian investasi segera.

Seoul juga memandang proyek ini dari sudut pandang ekonomi, berharap dapat mendesentralisasi kancah budaya Korea yang terkonsentrasi, menarik wisatawan asing ke pedesaan, dan merangsang perekonomian regional.

>>> Ribut Biaya 'Tol' Selat Hormuz hingga Israel Khawatir Ancaman Turki

Kementerian akan menerima permohonan dari pemerintah daerah, perusahaan publik, dan universitas hingga 24 Juli.