Mantan member ENHYPEN, EVAN, resmi meluncurkan karier solonya dengan merilis single 'Ride or Die' pada 22 Juni 2026.

Lagu dan video musiknya langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak pendengar memuji arah musik baru EVAN yang berani dan segar.

in1

>>> Lee Do Hyun Dikabarkan Jadi Pemeran Utama Drama Aksi 'Destroyer of Destruction'

EVAN, yang sebelumnya dikenal sebagai Heeseung, hengkang dari ENHYPEN pada Maret 2026 setelah Belift Lab mengonfirmasi fokusnya pada karier solo.

Sejak saat itu, para penggemar menantikan bagaimana ia akan memperkenalkan dirinya sebagai artis solo.

Dengan 'Ride or Die', EVAN menunjukkan pilihan berbeda dari gaya pop dan EDM yang identik dengan grup lamanya.

Single anyar ini justru mengusung nuansa rock dan musik alternatif. Perubahan tersebut mengejutkan banyak pendengar, namun juga menuai pujian luas di media sosial.

Respons Fans dan Kontroversi Debut

Fans menyebut lagu ini 'segar', 'adiktif', dan cocok dengan suara serta kepribadian EVAN. Seorang penggemar menulis, 'Saya yakin ini adalah salah satu debut solo terbaik yang pernah ada.'

>>> Penguntit Jungkook BTS Dihukum Penjara Ditangguhkan, Akan Dideportasi

Banyak yang memuji EVAN karena berani mengambil risiko dengan suaranya, bukan mengikuti formula yang lebih aman.

'Ride or Die' dianggap sebagai bukti bahwa ia siap berkarier solo jangka panjang.

Namun, hari debut EVAN juga diwarnai perdebatan.

Sebelum perilisan resmi, truk protes muncul di depan gedung HYBE dari fans yang masih menginginkan ENHYPEN tetap tujuh anggota.

Beberapa netizen menilai aksi tersebut mengalihkan perhatian dari pencapaian penting EVAN.

>>> Lee Si An Menang Gugatan, Kontrak Perpanjangan dengan Agensi Dinyatakan Tidak Sah

Seorang fans menulis bahwa ia 'pantas mendapat dukungan untuk jalur barunya', sementara yang lain mengatakan fokus seharusnya pada perayaan musik dan kerja kerasnya.