Pernyataan tersebut juga muncul di tengah meningkatnya perbedaan pandangan antara Israel dan Amerika Serikat terkait masa depan operasi militer di Lebanon.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan bahwa kehadiran Israel di Lebanon seharusnya berkurang apabila pemerintah dan militer Lebanon mampu mengendalikan wilayahnya sendiri serta membatasi pengaruh Hizbullah.

in1

Namun sikap yang disampaikan Katz menunjukkan Israel belum siap menerima skenario tersebut. Tel Aviv masih memandang ancaman dari Hezbollah sebagai alasan utama mempertahankan pasukan di Lebanon selatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, bentrokan antara Israel dan Hizbullah terus terjadi meskipun berbagai upaya diplomatik sedang dijalankan untuk meredakan ketegangan kawasan.

Di sisi lain, Iran juga terus mendesak agar Israel menarik seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon sebagai bagian dari syarat menuju stabilitas regional.

Dengan pernyataan terbaru Katz, peluang penarikan pasukan Israel dalam waktu dekat tampaknya semakin kecil.

>>> Hasil Piala Dunia: Swiss Lolos ke 32 Besar, Tekuk Kanada 2-1

Pemerintah Israel justru menegaskan bahwa kepentingan keamanan nasional akan tetap menjadi prioritas utama, bahkan jika hal itu berseberangan dengan keinginan sekutu terdekatnya, Amerika Serikat.