Sebelumnya, penutupan Selat Hormuz oleh Iran sempat memicu lonjakan harga energi dunia dan meningkatkan ketegangan internasional.

Karena itu, pembukaan kembali jalur tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran.

in1

Meski demikian, dari pihak Iran muncul sinyal bahwa Teheran tidak ingin dianggap menyerahkan kendali atas Selat Hormuz kepada tekanan pihak luar.

Juru Bicara Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk terhadap tekanan regional terkait status jalur pelayaran tersebut.

"Republik Islam tidak menguasai Selat Hormuz melalui negosiasi, sehingga tidak akan menyerahkannya melalui negosiasi," ungkap Rezaei di platform X.

Ia juga menambahkan bahwa Iran tidak akan dipengaruhi oleh pihak mana pun dalam menentukan kebijakannya terkait Selat Hormuz.

Pernyataan saling berseberangan itu menunjukkan bahwa meski negosiasi damai masih berjalan, sejumlah isu strategis masih berpotensi memicu ketegangan baru antara Washington dan Teheran.

Bagi Trump, kepastian bahwa Selat Hormuz tetap terbuka tanpa biaya tambahan menjadi syarat penting untuk melanjutkan proses perdamaian.

>>> Nonton Film Spider-Man: Brand New Day (2026) Full Movie Kualitas HD dan Sinopsisnya

Sementara bagi Iran, jalur laut tersebut tetap dianggap sebagai bagian dari kepentingan strategis nasional yang tidak bisa ditentukan melalui tekanan pihak luar.