Harga minyak dunia kembali turun pada perdagangan Kamis (25/6) seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan. Selat Hormuz mulai beroperasi normal setelah sempat terganggu akibat konflik.

Kapal-kapal tanker yang sebelumnya tertahan kini mulai keluar dari Selat Hormuz. Hal ini mendorong penurunan harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI).

in1

>>> Daftar 7 Tim yang Sudah Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Mengutip Reuters, harga minyak Brent turun 40 sen atau 0,54 persen menjadi US$73,34 per barel.

Sementara itu, minyak mentah WTI AS melemah 27 sen atau 0,38 persen ke level US$70,07 per barel.

Brent untuk pengiriman Agustus juga diperdagangkan lebih rendah dibandingkan kontrak September yang berada di US$73,59 per barel.

Kondisi ini menunjukkan pasokan jangka pendek dinilai cukup memadai oleh pasar.

Normalisasi Lebih Cepat dari Perkiraan

Analis IG Tony Sycamore mengatakan kecepatan penurunan harga minyak mengejutkan banyak pelaku pasar. Pasokan minyak dari Timur Tengah kembali normal lebih cepat dari perkiraan.

Sebelumnya, harga Brent telah anjlok lebih dari US$3 pada perdagangan Rabu (24/6), sedangkan WTI ditutup turun hampir US$3 per barel setelah kekhawatiran terhadap pasokan mereda.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan arus pengiriman melalui Selat Hormuz kini hampir kembali ke tingkat sebelum perang Iran dimulai.

Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 20 juta barel minyak telah melewati jalur pelayaran strategis tersebut.

>>> Gempa M 7,5 Guncang Venezuela, Gedung Runtuh dan Bandara Ditutup

Meski demikian, Wright menyebut proses normalisasi penuh Selat Hormuz masih membutuhkan waktu beberapa pekan. Kawasan tersebut masih memerlukan proses pembersihan ranjau laut.

Kesepakatan awal yang dicapai pekan lalu untuk mengakhiri perang Iran melawan agresi AS dan Israel telah memungkinkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz kembali berjalan.