Museum Tekstil Jakarta menerima hadiah istimewa di ulang tahunnya yang ke-50. Desainer dan artisan kain Torang Sitorus menghibahkan 114 helai ulos dari koleksi pribadinya.

Hibah tersebut diterima oleh Himpunan Wastraprema, yang kemudian menyerahkannya kepada museum.

in1

>>> Frederic Arnault, Pewaris LVMH yang Kini Lajang Setelah Putus dari Lisa BLACKPINK

Sebanyak 12 kain dari koleksi itu kini menjadi bagian dari pameran wastra langka bertajuk 'Menjaga Warisan untuk Masa Depan'.

Pameran ini diresmikan pada Rabu (24/6/2026) bertepatan dengan peringatan usia emas Museum Tekstil.

Acara ini juga menandai dimulainya rangkaian hari jadi Museum Tekstil dan Himpunan Wastraprema, bersamaan dengan HUT ke-499 DKI Jakarta.

Koleksi Ulos Berusia Hingga 100 Tahun

"Kain yang saya donasikan banyak yang sudah berusia 80-100 tahun. Semuanya warisan dari ibu saya," ujar Torang kepada Wolipop.

Salah satu koleksi yang dipamerkan adalah Ulos Sibolang Marheter, kain tenun sederhana berukuran 217 x 115 cm yang dibuat dengan teknik ikat lungsi.

Dalam bahasa Batak, 'sibolang' berarti belang, merujuk pada hias ikat biru muda di atas biru tua, sedangkan 'marheter' berarti air berak, merepresentasikan motif belah ketupat yang saling sambung.

Dalam budaya Batak, setiap kain memiliki peran dalam berbagai fase kehidupan. Ulos Sibolang Marheter dapat digunakan di berbagai kesempatan, baik suka maupun duka.

Torang, yang lahir di Tarutung pada 24 September 1977, telah mengoleksi ulos sejak usia 22 tahun.

>>> Fitur Rahasia Google Maps 'Know Before You Go' Bikin Cari Tempat Makin Mudah

Selama lebih dari 25 tahun, ia meneliti dan mengembangkan teknik ulos ramah lingkungan dengan sentuhan modern agar tampak lebih ringan dan mudah dipadupadankan.