Stadion BC Place di Vancouver menjadi saksi bentrokan sengit antara Selandia Baru dan Belgia pada Sabtu (27/6) pukul 10.00 WIB.

Laga pemungkas Grup G ini merupakan pertandingan hidup mati bagi kedua tim. Pemenang dipastikan masih menjaga asa melaju ke babak 32 besar.

in1

>>> Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut

Skenario Rumit Menguji Nasib

Kedua tim wajib meraih kemenangan untuk mengamankan posisi di klasemen. Peluang lolos otomatis maupun sebagai peringkat ketiga terbaik masih terbuka lebar.

Belgia bisa menjadi juara grup jika menang minimal tiga gol dan laga Irak vs Mesir berakhir imbang.

Sementara Selandia Baru berpeluang sebagai runner-up jika menang dan Irak kalah dari Mesir.

Ujian Berat Generasi Emas

Timnas Belgia datang dengan beban sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola. Namun, anak asuh Domenico Tedesco belum tampil maksimal dalam dua laga pembuka.

Kevin De Bruyne dan kolega masih mencari bentuk permainan terbaik. Laga ini menjadi pembuktian kelayakan mereka sebagai tim unggulan.

>>> Aktor Alice in Borderland Dituding Aniaya Kekasih, Kasus Nijiro Murakami Masuk Tahap Kejaksaan

Di sisi lain, Selandia Baru berada di dasar klasemen dengan satu poin. Motivasi membalikkan prediksi membuat wakil Oseania ini bermain tanpa beban.

Adu Strategi Formasi Kembar

Kedua pelatih diprediksi menggunakan skema 4-2-3-1 untuk menguasai lini tengah. Selandia Baru mengandalkan Chris Wood sebagai ujung tombak.

Pertahanan Belgia yang dikomandoi Thibaut Courtois harus mewaspadai bola atas. Di lini depan, Romelu Lukaku menjadi tumpuan utama Setan Merah.

Persaingan di Grup G sangat ketat hingga pertandingan terakhir. Belgia saat ini berada di peringkat ketiga dengan dua poin dari dua laga.

>>> Ratusan Supporter Padati Shibuya Rayakan Jepang Lolos ke 32 Besar

Kegagalan meraih poin penuh di laga awal membuat posisi Belgia kritis. Pertandingan ini menjadi kesempatan terakhir mereka sebelum tersingkir.