Polri: Markas Judol Hayam Wuruk Mirip dengan di Kamboja dan Myanmar
Bareskrim Polri menyebut markas judi online (judol) di Hayam Wuruk, Jakarta Barat, memiliki kemiripan aktivitas dengan operasi serupa di Kamboja dan Myanmar.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan pengungkapan markas itu berawal dari laporan masyarakat.
>>> Sekjen PB IPSI: Jangan Malu Jadi Atlet Pencak Silat
"Dari informasi tersebut setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan pendalaman, diperoleh informasi tentang dugaan adanya aktivitas pengoperasionalan perjudian online lintas negara, hal ini hampir sama di beberapa negara Asia Tenggara lainnya, seperti di Kamboja, Malaysia, maupun di Myanmar," kata Wira dalam konferensi pers, Jumat (26/6).
Menurut Wira, sindikat tersebut diduga memindahkan operasional mereka ke Indonesia karena otoritas Myanmar dan Kamboja mulai melakukan penindakan secara masif.
"Kenapa hal ini terjadi?
Mengingat di beberapa negara tersebut telah dilakukan penindakan secara masif, sehingga jaringan pelaku daripada judi online tersebut mencoba untuk memindahkan aktivitas operasionalnya di Indonesia," ucap Wira.
Dari markas judol di Hayam Wuruk, sindikat tersebut mengelola 145 situs judi online yang dioperasikan oleh warga negara asing (WNA) secara bergantian.
Mereka sengaja melakukannya untuk menghindari pemblokiran dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
"Setelah dilakukan pendalaman dan penelusuran secara teliti dan saksama, didapatkan informasi bahwa IP address ataupun alamat server maupun hosting berada di luar negeri.
>>> Nijiro Murakami Diduga Lakukan Penganiayaan terhadap Mantan Pacar, Kasus Masuk Tahap Kejaksaan
Di antaranya di Brasil, Filipina, China, maupun Vietnam," kata Wira.
Selain mengoperasikan situs, sindikat ini juga mempromosikan dan mengelola keuangan yang terkumpul.
Mereka menggunakan berbagai cara, seperti promosi melalui media sosial, rekening nominee, aset digital, serta USDT atau token untuk membeli kripto.
Update Terbaru
Pemkot Bekasi Studi Tiru PLTSa ke China, Siapkan Bantargebang Jadi Ikon Pengolahan Sampah Modern
Jumat / 26-06-2026, 21:01 WIB
Melihat Lebih Dekat Teknologi Pembakaran Sampah Jadi Listrik di Tiongkok
Jumat / 26-06-2026, 21:01 WIB
Penumpang United Airlines Ngamuk di Pesawat, Pilot Putuskan Mendarat Darurat di Tokyo
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Wagub Rano: Jakarta Fair Penggerak UMKM, Target Transaksi Rp8 Triliun
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Lighthouse Parenting: Pola Asuh Seimbang untuk Kemandirian Anak
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Ford Rekrut Kembali 350 Insinyur untuk Perbaiki Kualitas Mobil Setelah AI Gagal
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Kemenpora dan PB IPSI Kompak Targetkan Silat Masuk Olimpiade 2032
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Jakarta Gunakan HUT Ke-499 sebagai Gerbang Menuju 5 Abad
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Kepala YTR Korban Taufik Hidayat Alami Infeksi Parah, Ditemukan Belatung
Jumat / 26-06-2026, 20:43 WIB
Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Filipina Selatan, Belum Ada Laporan Korban
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Maradona: Doping di Piala Dunia 1994 dan Perjuangan Melawan Narkoba
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Purbaya Tunda Rilis Surat Utang RI di China, Ini Alasannya
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Perbandingan Galaxy A37 vs A27: Tidak Adil tapi Perlu
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Pembaruan Software Galaxy A54 Hadirkan Patch Keamanan Juni 2026
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB






