Aktor Jepang Nijiro Murakami tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan tindak kekerasan terhadap seorang perempuan yang pernah menjalin hubungan dengannya. Perkara tersebut kini telah diteruskan ke kejaksaan setelah penyelidikan dilakukan oleh Kepolisian Metropolitan Tokyo.

Dugaan penganiayaan itu disebut terjadi sekitar 2024 di kediaman Murakami yang berada di Distrik Shibuya, Tokyo. Perempuan tersebut melaporkan kejadian itu kepada polisi pada 2026 dengan tuduhan mengalami kekerasan berulang selama mereka berpacaran.

in1

Dalam laporannya, korban menyebut sempat dipukul hingga mengalami luka di bagian wajah. Cedera yang dialaminya dikatakan membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk pulih.

Media Jepang juga melaporkan bahwa Murakami datang secara sukarela untuk menjalani pemeriksaan dan bekerja sama selama proses penyelidikan berlangsung.

>>> Angkatan Darat AS Cari ISV Berat untuk Jadi Baterai Bergerak

Dalam keterangannya kepada penyidik, aktor tersebut mengakui telah menyebabkan korban mengalami luka.

"Tidak ada keraguan sedikit pun, saya telah melukainya," ujar Murakami.

Berkas perkara kini telah diserahkan kepada pihak kejaksaan. Dalam sistem hukum Jepang, pelimpahan kasus tidak serta-merta berarti seseorang telah ditangkap maupun dipastikan bersalah. Jaksa akan mempelajari hasil penyidikan sebelum menentukan apakah perkara tersebut akan dibawa ke pengadilan.

Hingga berita ini disusun, Murakami maupun agensi yang menaunginya belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus tersebut. Pihak rumah produksi yang bekerja sama dengannya juga belum mengumumkan apakah perkara ini akan memengaruhi proyek yang sedang berjalan.

Perjalanan Karier Nijiro Murakami

Lahir di Tokyo pada 1997, Nijiro Murakami merupakan putra aktor Jun Murakami dan penyanyi UA. Namanya mulai dikenal sejak membintangi film Still the Water pada 2014 yang tampil dalam kompetisi Festival Film Cannes ke-67.