Angkatan Darat Amerika Serikat tengah mencari varian baru dari kendaraan Infantry Squad Vehicle (ISV) yang lebih berat, yang dikenal sebagai ISV-Heavy.

Meski dinamai 'Heavy', kendaraan ini tidak akan lebih kokoh atau dilapisi baja dibanding pendahulunya yang terbuka.

in1

>>> Samsung Digugat Patent Troll Klaim 10 Paten Layar

Alih-alih, ISV-Heavy akan membawa seperangkat baterai dan generator untuk memasok daya bagi peralatan yang membutuhkan listrik tinggi, seperti drone, peralatan komunikasi, dan bahkan 'Sistem Senjata Energi Terarah'.

Persyaratan kontrak yang dirilis pada akhir Maret lalu mengungkapkan spesifikasi tersebut.

Fokus pada Pembangkit Listrik Bergerak

Seorang pejabat Angkatan Darat pekan lalu mengatakan bahwa ISV-Heavy dirancang untuk memenuhi 'kebutuhan khusus' sebagai stasiun listrik bergerak bagi unit infanteri modern yang haus daya.

Jesse D.

Tolleson Jr., asisten wakil menteri Angkatan Darat untuk akuisisi, logistik, dan teknologi, mengatakan dalam sidang anggaran subkomite Senat bahwa ISV-Heavy akan fokus pada pembangkit listrik.

Ia menambahkan bahwa saat ini ada kesenjangan kemampuan kritis dalam pembangkit listrik di tingkat brigade combat team mobile.

Seperti ISV standar, versi Heavy bukanlah kendaraan serbu, melainkan lebih mirip stasiun pengisian mobil listrik tangguh di atas roda.

Persyaratan kontrak yang belum final menyebutkan kendaraan ini harus mampu menghasilkan daya DC tegangan tinggi kontinu sebesar 60 kilowatt, setara dengan output pengisi daya kendaraan listrik komersial.

Selain itu, truk ini dapat menghasilkan daya untuk menjalankan sekitar 100 laptop atau 10 lemari es ukuran penuh.

Angkatan Darat juga menginginkan mode 'Operasi Senyap Berkelanjutan' pada ISV-Heavy, di mana sistem internalnya meminimalkan emisi akustik, termal, dan elektromagnetik dengan menggunakan baterai 60 kilowatt-jam, bukan mesin utama.