Angkatan Darat AS Cari ISV Berat untuk Jadi Baterai Bergerak
Angkatan Darat Amerika Serikat tengah mencari varian baru dari kendaraan Infantry Squad Vehicle (ISV) yang lebih berat, yang dikenal sebagai ISV-Heavy.
Meski dinamai 'Heavy', kendaraan ini tidak akan lebih kokoh atau dilapisi baja dibanding pendahulunya yang terbuka.
>>> Samsung Digugat Patent Troll Klaim 10 Paten Layar
Alih-alih, ISV-Heavy akan membawa seperangkat baterai dan generator untuk memasok daya bagi peralatan yang membutuhkan listrik tinggi, seperti drone, peralatan komunikasi, dan bahkan 'Sistem Senjata Energi Terarah'.
Persyaratan kontrak yang dirilis pada akhir Maret lalu mengungkapkan spesifikasi tersebut.
Fokus pada Pembangkit Listrik Bergerak
Seorang pejabat Angkatan Darat pekan lalu mengatakan bahwa ISV-Heavy dirancang untuk memenuhi 'kebutuhan khusus' sebagai stasiun listrik bergerak bagi unit infanteri modern yang haus daya.
Jesse D.
Tolleson Jr., asisten wakil menteri Angkatan Darat untuk akuisisi, logistik, dan teknologi, mengatakan dalam sidang anggaran subkomite Senat bahwa ISV-Heavy akan fokus pada pembangkit listrik.
Ia menambahkan bahwa saat ini ada kesenjangan kemampuan kritis dalam pembangkit listrik di tingkat brigade combat team mobile.
Seperti ISV standar, versi Heavy bukanlah kendaraan serbu, melainkan lebih mirip stasiun pengisian mobil listrik tangguh di atas roda.
Persyaratan kontrak yang belum final menyebutkan kendaraan ini harus mampu menghasilkan daya DC tegangan tinggi kontinu sebesar 60 kilowatt, setara dengan output pengisi daya kendaraan listrik komersial.
Selain itu, truk ini dapat menghasilkan daya untuk menjalankan sekitar 100 laptop atau 10 lemari es ukuran penuh.
Angkatan Darat juga menginginkan mode 'Operasi Senyap Berkelanjutan' pada ISV-Heavy, di mana sistem internalnya meminimalkan emisi akustik, termal, dan elektromagnetik dengan menggunakan baterai 60 kilowatt-jam, bukan mesin utama.
Update Terbaru
Penumpang United Airlines Ngamuk di Pesawat, Pilot Putuskan Mendarat Darurat di Tokyo
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Wagub Rano: Jakarta Fair Penggerak UMKM, Target Transaksi Rp8 Triliun
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Lighthouse Parenting: Pola Asuh Seimbang untuk Kemandirian Anak
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Ford Rekrut Kembali 350 Insinyur untuk Perbaiki Kualitas Mobil Setelah AI Gagal
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Kemenpora dan PB IPSI Kompak Targetkan Silat Masuk Olimpiade 2032
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Jakarta Gunakan HUT Ke-499 sebagai Gerbang Menuju 5 Abad
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Kepala YTR Korban Taufik Hidayat Alami Infeksi Parah, Ditemukan Belatung
Jumat / 26-06-2026, 20:43 WIB
Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Filipina Selatan, Belum Ada Laporan Korban
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Maradona: Doping di Piala Dunia 1994 dan Perjuangan Melawan Narkoba
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Purbaya Tunda Rilis Surat Utang RI di China, Ini Alasannya
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Perbandingan Galaxy A37 vs A27: Tidak Adil tapi Perlu
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Pembaruan Software Galaxy A54 Hadirkan Patch Keamanan Juni 2026
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Bahan Kimia Umum Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Wanita Muda
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Ilmuwan Terkejut Temukan Mekanisme Pembentukan Gunung Etna
Jumat / 26-06-2026, 20:41 WIB






