Hampir 49 persen anak mengaku pernah melihat konten kekerasan, ujaran kebencian, hingga konten yang mempromosikan standar tubuh tidak realistis.

Ancaman dari teknologi kecerdasan buatan (AI) juga meningkat.

in1

Anak-anak kini lebih sering menemukan gambar atau video buatan AI yang sulit dibedakan dari konten asli, termasuk kasus penyalahgunaan wajah untuk membuat gambar palsu yang tidak pantas.

Meski demikian, ada perkembangan positif.

Sekitar 68 persen anak dan 67 persen orang tua mengaku mulai melihat lebih banyak fitur keamanan digital, seperti filter konten, alat pelaporan, dan pembatasan fitur tertentu.

Para ahli mendorong perusahaan media sosial untuk memperkuat sistem verifikasi usia dengan teknologi yang lebih akurat, termasuk deteksi wajah asli dan perlindungan terhadap deepfake.

>>> Cara Dapatkan Bantuan Pangan Beras 30 Kg dan Minyak 4 Liter Tahun 2026

Kasus ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak, karena cara anak-anak mengakali aturan juga semakin berkembang seiring teknologi.