Pemerintah memastikan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) tetap dilanjutkan meski telah memakan korban jiwa.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan program tersebut masih menjadi bagian dari proses pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

in1

>>> Prudential Syariah dan LAZ Al-Azhar Luncurkan Program SIGAP untuk Dorong Wirausaha Muda

Pemerintah saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Latsarmil untuk mengetahui penyebab insiden sekaligus memperbaiki mekanisme pelatihan.

"Kita lihat hasilnya kan (evaluasi)," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Meski evaluasi berlangsung, pemerintah belum berencana menghentikan program tersebut. Menurut Prasetyo, pelatihan dasar kemiliteran merupakan bagian dari tahapan pembentukan kompetensi calon manajer koperasi.

"Lho itu kan bagian dari proses pelatihannya kan. Nanti kan kalau mengenai kompetensinya tetap ada juga pelatihan," ujarnya.

Prasetyo juga menyatakan Presiden Prabowo Subianto terus memantau pelaksanaan program tersebut. "Presiden monitor semua," tegasnya.

>>> CHUWI Luncurkan Laptop AI Terjangkau dengan Intel Core 3 dan Baterai 13 Jam

Terkait dugaan kelalaian, Prasetyo mengatakan pemerintah masih menunggu hasil evaluasi. Menurut dia, insiden terjadi pada hari-hari awal pelatihan sehingga penyebab pasti meninggalnya peserta masih perlu dipastikan.

"Ya belum berat, baru hari pertama hari kedua. Jadi mungkin memiliki riwayat-riwayat kesehatan," ungkapnya.

Sebelumnya, tiga peserta Latsarmil SPPI dilaporkan meninggal dunia.

Anisa Muyassaroh dilaporkan mengalami heat stroke dan henti jantung, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal akibat cardiac arrest, sedangkan Novia Rahmadhani Sihotang meninggal setelah menjalani perawatan akibat gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan tuberkulosis (TBC).

>>> Qualcomm Siapkan Strategi Pusat Data Khusus China yang Patuh Aturan Ekspor AS

Penyebab pasti masing-masing kasus masih menunggu hasil pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut dari pihak berwenang.